<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://riauperistiwa.co.id/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://riauperistiwa.co.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Didampingi Danramil 02/Tebing Tinggi, Tim Mabes TNI Evaluasi Sarana Sumber Air di Meranti</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4783/didampingi-danramil-02tebing-tinggi-tim-mabes-tni-evaluasi-sarana-sumber-air-di-meranti</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melakukan peninjauan embung serta wilayah terdampak Karhutla di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (19/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB tersebut diikuti tiga personel Tim Penyuluh Mabes TNI, yakni Laksmana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor Ckm Subekan (AD), dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M. Tim didampingi personel Kodim/Koramil, yaitu Kapten Arh E.H. Nasution, S.Sos., Serda Dedi Hermansyah, Kopka Masran, dan Praka James Gulo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, tim terlebih dahulu melakukan peninjauan terhadap embung yang berada di Desa Gemala Sari. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi sarana yang dapat mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, tim meninjau sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak Karhutla di Desa Gemala Sari. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari kegiatan penyuluhan sekaligus pemantauan kondisi lapangan pascakebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dari hasil kegiatan, tidak terdapat hal menonjol yang dilaporkan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar,&quot; pernyataan yang disampaikan saat pelaksanaan oleh tim penyuluhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI dijadwalkan melanjutkan kegiatan pada Minggu (20/9/2026) dengan meninjau wilayah terdampak kebakaran di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/69086678083-img-20260919-wa0084.jpg"/><pubDate>Sat, 19 Sep 2026 13:58:31 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4783/didampingi-danramil-02tebing-tinggi-tim-mabes-tni-evaluasi-sarana-sumber-air-di-meranti</guid></item><item><title>Guna Antisipasi Kebakaran Lahan Gambut, Tim Mabes TNI Sambangi Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4782/guna-antisipasi-kebakaran-lahan-gambut-tim-mabes-tni-sambangi-kejaksaan-negeri-kepulauan-meranti</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi/Penyuluh Karhutla Mabes TNI melakukan silaturahmi dengan jajaran Kejaksaan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi pencegahan serta penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berlangsung Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB di Kantor Kejaksaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI terdiri dari Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor Ckm Subekan (AD), dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M. Tim turut didampingi Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh Efri Hardin Nasution, S.Sos.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari jajaran Kejaksaan, pertemuan dihadiri Kasi Pidsus Muhammad Ulinuha, S.H., Kasi Intel Andi Sahputra Sinaga, S.H., M.H., dan Kasubagbin Jenti Siburian, S.H., M.H.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pertemuan tersebut, Kasi Pidsus Muhammad Ulinuha menyampaikan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Kejaksaan dan seluruh elemen masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengatakan, Kejaksaan mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara melawan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain penegakan hukum, peningkatan kesadaran masyarakat juga dinilai penting, terutama agar masyarakat tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penanganan Karhutla, lanjutnya, perlu dilakukan secara terpadu mulai dari pencegahan, edukasi masyarakat, pemantauan wilayah rawan, penanganan kebakaran hingga proses penegakan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kepulauan Meranti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sosial dan ekonomi serta menurunkan kualitas udara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Karena itu, upaya pencegahan perlu mengedepankan langkah preventif, edukasi dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kewaspadaan di wilayah yang memiliki potensi Karhutla juga perlu terus ditingkatkan, termasuk melakukan deteksi dan penanganan secara cepat apabila ditemukan titik api maupun indikasi kebakaran,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI juga mengajak seluruh unsur terkait untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya serta dampak Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut turut ditekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat ketika terjadi Karhutla, khususnya kelompok rentan, dengan memperhatikan kualitas udara dan mengurangi paparan asap apabila kondisi udara memburuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi/Penyuluh Mabes TNI menyatakan akan terus mendukung upaya pencegahan Karhutla melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada instansi maupun masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan silaturahmi selesai sekitar pukul 09.45 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan kondusif.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/441503343-img-20260918-wa0061.jpg"/><pubDate>Fri, 18 Sep 2026 13:45:25 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4782/guna-antisipasi-kebakaran-lahan-gambut-tim-mabes-tni-sambangi-kejaksaan-negeri-kepulauan-meranti</guid></item><item><title>Dampak Asap Karhutla Memburuk, Legislator Dumai Hasrizal Turunkan Tim PANTAS Bagi&#45;Bagi Masker ke Pelaku UMKM</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4781/dampak-asap-karhutla-memburuk-legislator-dumai-hasrizal-turunkan-tim-pantas-bagibagi-masker-ke-pelaku-umkm</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kota Dumai (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau mendorong Penggerak Aspirasi Tim Hasrizal (PANTAS) melakukan aksi sosial dengan membagikan masker kepada pelaku UMKM, pekerja luar ruangan dan masyarakat di Kota Dumai, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi udara yang sedang dihadapi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi tersebut dilakukan dengan menyasar warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan. Pembagian masker diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang kurang baik akibat kabut asap yang terdampak dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasrizal yang merupakan anggota Komisi III DPRD Kota Dumai dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus legislator lima periode mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat yang masih menjalankan aktivitas di luar ruangan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/1200;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/83adb25e5e6af597075518b168117c0a.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;1200&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&quot;Upaya dalam pembagian masker kepada pekerja luar ruangan adalah bentuk perhatian kecil kita dengan kondisi dan kualitas udara kota kita saat ini yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan di sebagian wilayah Riau,&quot; kata Hasrizal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain membagikan masker, Hasrizal juga mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap dampak kabut asap. Ia meminta kegiatan di luar ruangan dapat dikurangi apabila kondisi udara semakin memburuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Untuk kaum lansia dan anak&#45;anak, kita mengingatkan agar menjaga diri dan mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar, gunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1200/995;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/73e48cc54188ee1be583ba1cefe90927.jpg&quot; width=&quot;1200&quot; height=&quot;995&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Koordinator Tim PANTAS, Putra, mengatakan kegiatan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, menurutnya, aksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya PANTAS untuk hadir langsung di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selain aksi nyata dengan menggunakan masker, mari sama&#45;sama kita berdoa agar kabut asap ini cepat berlalu sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan kondisi udara yang lebih baik,&quot; kata Putra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pantauan awak media, terlihat masyarakat sangat senang dengan gerakan yang dilakukan oleh Tim PANTAS ini, saat menerima masker yang diberikan, masyarakat melemparkan senyuman dan turut mengucapkan terima kasih kepada tim di lapangan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/27231234878-file_000000001a108208bf976fd08f6b246c.png"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 18:37:01 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4781/dampak-asap-karhutla-memburuk-legislator-dumai-hasrizal-turunkan-tim-pantas-bagibagi-masker-ke-pelaku-umkm</guid></item><item><title>Perkuat Wilayah Perbatasan, Pemkab Meranti dan Mabes TNI Sinergi Atasi Karhutla</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4780/perkuat-wilayah-perbatasan-pemkab-meranti-dan-mabes-tni-sinergi-atasi-karhutla</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menerima kunjungan silaturahmi Tim Sosialisasi/Penyuluh Mabes TNI di ruang kerjanya, Jalan Dorak, Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (17/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB tersebut membahas sejumlah persoalan strategis di Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pengelolaan kawasan hutan dan pemanfaatan lahan masyarakat, hingga penguatan keamanan dan pertahanan di wilayah perbatasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi/Penyuluh Mabes TNI yang hadir terdiri dari Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor Ckm Subekan (AD), dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M (AD).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Sudandri Jauzah, S.H., Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh Efri Hardin Nasution, S.Sos., Kalaksa BPBD M. Khardafi, S.E., M.IP., Kasatpol PP Wan Zulkifli, S.H., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Fahri, Kepala Dinas Kominfotik Sukri, Kabag Prokopim Afrinal Yusran, S.IP., M.M., serta Kabag Pengelola Perbatasan Gilang Wana Wijaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pertemuan tersebut, Bupati Asmar menyampaikan kondisi geografis Kepulauan Meranti yang sebagian besar wilayahnya masih berstatus kawasan hutan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lahan masyarakat sekaligus upaya pencegahan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati menjelaskan, terdapat lahan yang berada di kawasan hutan sehingga belum dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal. Di sisi lain, lahan yang tidak dikelola berpotensi menjadi lokasi kebakaran ketika memasuki kondisi kering.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Pemkab Meranti berharap adanya solusi yang memungkinkan masyarakat mengelola lahan secara legal dan tetap berada dalam pengawasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau masyarakat diberikan ruang untuk mengelola secara legal, lahan tersebut bisa dimanfaatkan sekaligus diawasi. Misalnya ditanami kelapa, singkong atau tanaman produktif lainnya,” ujar Asmar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mencontohkan program peremajaan kelapa yang direncanakan mencapai sekitar 3.500 hektare. Namun, realisasinya baru sekitar 2.000 hektare karena sekitar 1.500 hektare di antaranya berada dalam kawasan hutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Programnya 3.500 hektare, tetapi yang bisa dikelola hanya sekitar 2.000 hektare. Sekitar 1.500 hektare tidak bisa karena masuk kawasan hutan,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Asmar, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah pusat. Pemberian akses pengelolaan lahan dengan mekanisme yang sesuai aturan dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi lahan terlantar sekaligus memperkuat pengawasan terhadap potensi Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain persoalan Karhutla dan pengelolaan lahan, pembahasan juga mencakup penguatan pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan, khususnya Pulau Rangsang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemkab Meranti menyampaikan rencana pengembangan pos terpadu di Pulau Rangsang yang nantinya melibatkan sejumlah unsur, termasuk TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Polri dan instansi terkait lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pos tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan aktivitas serta lalu lintas kapal di wilayah perairan Meranti yang merupakan salah satu jalur pelayaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat menyampaikan bahwa kunjungan Tim Mabes TNI tersebut merupakan bagian dari upaya melihat langsung kondisi wilayah sekaligus menghimpun masukan pemerintah daerah mengenai kebutuhan pertahanan dan keamanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebut Pulau Rangsang memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan wilayah luar negeri dan mencakup sejumlah wilayah kecamatan, di antaranya Kecamatan Rangsang, Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pembahasan tersebut turut disinggung kebutuhan penguatan unsur pertahanan dari matra darat, laut maupun udara sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah perbatasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laksamana Imam juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada Tim Mabes TNI selama melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan Karhutla di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan untuk membantu Tim Mabes dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Mudah&#45;mudahan seluruh upaya yang dilakukan mendapat keberkahan dan menjadi amal kebaikan,” ujarnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/87840318794-img-20260917-wa0130.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 13:35:02 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4780/perkuat-wilayah-perbatasan-pemkab-meranti-dan-mabes-tni-sinergi-atasi-karhutla</guid></item><item><title>Jelaskan Bahaya Karhutla, Tim Mabes TNI Langsung Terjun ke Masyarakat</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4779/jelaskan-bahaya-karhutla-tim-mabes-tni-langsung-terjun-ke-masyarakat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (16/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Penyuluhan Mabes TNI dipimpin Laksamana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., didampingi Mayor Ckm Subekan dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M. Kegiatan turut didampingi personel Kodim 0303/Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, tim terlebih dahulu disambut oleh perangkat desa dan unsur terkait. Selanjutnya, dilaksanakan penyuluhan mengenai pencegahan dan penanggulangan Karhutla kepada masyarakat serta dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan dan kondisi yang dihadapi di lapangan terkait upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Desa Penyagun, Sekretaris Desa Gemala Sari, Kepala Dusun Penyagun, Ketua RW dan RT Desa Penyagun, Linmas, personel BPBD Kecamatan Rangsang, serta staf desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk kegiatan selanjutnya, Tim Mabes TNI dijadwalkan melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang. Tim juga akan melakukan peninjauan terhadap embung dan kanal yang menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kegiatan penyuluhan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan tidak terdapat hal menonjol.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/65778481432-img-20260916-wa0057.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 14:07:05 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4779/jelaskan-bahaya-karhutla-tim-mabes-tni-langsung-terjun-ke-masyarakat</guid></item><item><title>Sambangi Daerah Tebing Tinggi Kepulauan Meranti, Tim Mabes TNI Laksanakan Ini</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4778/sambangi-daerah-tebing-tinggi-kepulauan-meranti-tim-mabes-tni-laksanakan-ini</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), LPC&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan monitoring sekaligus meninjau lahan yang berpotensi rawan kebakaran di Desa Batang Meranti, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (15/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut diikuti Kol Adm Dayatmoko dan Letkol Ckm Widodo. Tim turut didampingi tiga personel Babinsa Koramil 06/Merbau, Kapolsek Tebing Tinggi Barat Ipda Turnip, S.H., serta Camat Pulau Merbau Herman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Tim Mabes TNI bersama unsur pemerintah kecamatan, kepolisian dan masyarakat melakukan pengecekan langsung terhadap lahan yang dinilai memiliki potensi mudah terbakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mengecek kondisi lahan, tim juga meninjau embung dan kanal yang berada di sekitar kawasan lahan rawan terbakar. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Keberadaan embung dan kanal diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pendukung pemadaman apabila terjadi kebakaran, sekaligus mempercepat penanganan jika ditemukan titik api di wilayah tersebut,&quot; kata Kolonel Adm Dayatmoko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam melakukan pencegahan Karhutla. Pemantauan serta patroli secara rutin dinilai penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI kembali menuju Penginapan Wisma Intan, Jalan A Yani, Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif. Upaya pencegahan secara bersama&#45;sama diharapkan mampu meminimalisir potensi terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/24883113150-img-20260915-wa0106.jpg"/><pubDate>Tue, 15 Sep 2026 14:36:49 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4778/sambangi-daerah-tebing-tinggi-kepulauan-meranti-tim-mabes-tni-laksanakan-ini</guid></item><item><title>PWI Riau Gelar Diskusi Pers dan Penyerahan Anugerah LKTJ Ali Kelana</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4777/pwi-riau-gelar-diskusi-pers-dan-penyerahan-anugerah-lktj-ali-kelana</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Pekanbaru&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; &#45; Dunia pers mengalami dinamika yang cukup signifikan. Munculnya internet dan media sosial membuat pers arus Utama berada dalam tantangan yang cukup besar. Kondisi ini menjadikan pers arus Utama harus melakukan inovasi agar tak tergilas oleh berbagai tekanan dan tantangan tersebut untuk survive.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi seperti itu juga terjadi di Riau. Pertumbuhan media berbasis internet dan media sosial membuat pers arus Utama harus bekerja keras di tengah minimnya pendapatan iklan, advertorial, dan pendapatan tradisional. Secara kuantitatif banyak media tumbuh secara signifikan, namun secara kualitatif mereka kesulitan dalam menghasilkan konten yang kuat dan tekanan ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menghadapi kondisi tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menyelenggarakan diskusi &quot;Tantangan dan Masa Depan Pers Riau&quot; yang akan diselenggarakan di Pekanbaru, Senin (15/9/2026). Diskusi ini merupakan rangkaian dengan pengumuman dan pemberian hadiah Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Ali Kelana 2026 yang didukung penuh oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua pembicara yang akan menyampaikan gagasannya dalam diskusi ini adalah Erwin Ardian (Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru) dan &amp;nbsp;akademisi dari FISIPOL Universitas Riau (Unri) Suyanto SSos MSc PhD. Mereka akan langsung dipandu oleh Ketua PWI Riau, H Raja Isyam Azwar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami sengaja menyelenggarakan diskusi ini bersamaan dengan pemberian hadiah anugerah LKTJ Ali Kelana PWI Riau yang merupakan lomba tahunan bagi wartawan anggota PWI Riau. Diskusi ini penting untuk membedah tantangan pers Riau ke depan termasuk kaitannya dengan kualitas karya jurnalistik yan dihasilkan,&quot; kata Raja Isyam didampingi Sekretaris PWI RIau N Doni Dwi Putra dan beberapa pengurus PWI Riau, Senin (14/9).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dijelaskan Raja, dalam diskusi nanti akan dibedah secara komprehensif tentang masalah dan tantangan apa yang ada dan bagaimana mencari solusinya agar pers Riau, juga Indonesia secara umum, tetap hidup dan mengambil peran penting dalam masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, gempuran media sosial yang sering menampilkan konten tanpa konfirmasi dan verifikasi, justru malah lebih dipercaya oleh masyarakat ketimbang kerja keras pers yang selama ini mengutamakan akurasi, konfirmasi dan verifikasi, juga kejujuran, justru banyak ditinggalkan pembaca karena dianggap ketinggalan zaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Nah, diskusi nanti akan membahas hal itu. Benarkah masyarakat lebih percaya kerja serius pers atau hanya mencari konten viral yang dikerjakan tanpa berifikasi dan akurasi yang ketat?&quot; tambah Raja Isyam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentang LKTJ Ali Kelana, Raja Isyam menjelaskan bahwa lomba ini sudah dibuka sejak Juli hingga 15 Agustus 2026. LKTJ ini merupakan lomba tahunan yang diselenggarakan PWI Riau dan menjadi lomba jurnalistik bergengsi bagi anggota PWI Riau yang kini berjumlah lebih 1.000 anggota. Lomba ini juga mengukur sejauh mana kualitas para wartawan yang tergabung di PWI Riau di tengah arus gempuran media sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dari LKTJ Ali Kelana inilah kami di PWI Riau melihat dan mengukur kualitas karya jurnalistik wartawan di Riau. Dari sini gambaran keseluruhan karya&#45;karya jurnalistik itu bisa dilihat dan dinilai,&quot; jelas Raja lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun ini, LKTJ Ali Kelana menyediakan total hadiah Rp10 juta. Untuk pemenang utama akan mendapatkan trofi bergilir dan hadiah uang Rp7.500.000 dan lima nominanor mendapatkan masing&#45;masing Rp500.000. Tiga juri yang menilai dan memilih karya terbaik adalah Raja Isyam Azwar, Hary B Koriun, dan Muhammad Amin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar&#45;besarnya kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang menyeponsori penuh rangkaian kegiatan ini. Semoga sinergitas yang saling menguntungkan ini akan terus terbina,&quot; tambah Raja Isyam.***&lt;strong&gt;(RPC)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/53080854068-img-20260914-wa0110.jpg"/><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 20:23:39 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4777/pwi-riau-gelar-diskusi-pers-dan-penyerahan-anugerah-lktj-ali-kelana</guid></item><item><title>Puluhan Warga Tanjung Samak Ikuti Penyuluhan Karhutla dari Tim Mabes TNI</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4776/puluhan-warga-tanjung-samak-ikuti-penyuluhan-karhutla-dari-tim-mabes-tni</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan kegiatan sosialisasi di Aula Kantor Kecamatan Rangsang, Desa Tanjung Samak, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (14/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Tim Penyuluh Mabes TNI yang terdiri dari Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor Ckm Subekan (AD), dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M (AD).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim turut didampingi personel Kodim 0303/Bengkalis dan Koramil, yakni Kapten Arh Efri Herdi Nasution, S.Sos., Serda Dedi Hermansyah, Kopka Masran, dan Praka Harapan Tua Gulo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir Camat Rangsang Budi Cahyadi, S.IP., Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, S.H., kepala UPT di Kecamatan Rangsang, Korwil Pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta sekitar 20 orang masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Tim Penyuluh Mabes TNI oleh unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, kepala UPT dan tokoh masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Camat Rangsang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, Laksmana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S menyampaikan sambutan sebelum kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan yang disampaikan Mayor Ckm Subekan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Kegiatan juga diisi dengan dialog dan tanya jawab antara tim penyuluh dengan masyarakat terkait persoalan Karhutla di wilayah Kecamatan Rangsang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ditutup dengan foto bersama. Sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan penyuluhan selesai dan tim melanjutkan agenda lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kegiatan penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, instansi terkait dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk agenda berikutnya, Tim Penyuluhan Mabes TNI direncanakan melaksanakan kegiatan sosialisasi Karhutla di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/36818646989-img-20260914-wa0092.jpg"/><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 14:35:45 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4776/puluhan-warga-tanjung-samak-ikuti-penyuluhan-karhutla-dari-tim-mabes-tni</guid></item><item><title>Mabes TNI Turun ke Tanah Merah, Warga Diingatkan Tak Bakar Lahan</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4775/mabes-tni-turun-ke-tanah-merah-warga-diingatkan-tak-bakar-lahan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), LPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi dan Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI kembali melakukan edukasi kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Minggu (13/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI terdiri dari Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat, Sp.S. (AL), Mayor Ckm Subekan (AD), dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M. Kegiatan tersebut turut didampingi Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh Efri Hardin Nasution, S.Sos., Wakapolsek Rangsang Ipda Dongan, serta Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Serka A. Harianja dan Kopda Sukarman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Tanah Merah, perangkat desa dan masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rombongan tiba di Desa Tanah Merah sekitar pukul 08.10 WIB dan langsung melaksanakan sosialisasi serta penyuluhan terkait pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penyuluhannya, Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan serta kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan membuka maupun membersihkan lahan. Terlebih, kondisi lahan gambut memiliki tingkat kerawanan tinggi karena mudah terbakar dan api dapat sulit dipadamkan apabila sudah menyebar ke dalam lapisan gambut,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap potensi Karhutla. Apabila ditemukan titik api maupun asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut turut ditekankan pentingnya sinergitas antara TNI/Polri, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), perangkat desa dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI Cek Embung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memberikan penyuluhan, Tim Mabes TNI juga melakukan pengecekan embung di Desa Tanah Merah sekitar pukul 10.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengecekan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kesiapan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan Karhutla, khususnya apabila terjadi kebakaran di kawasan lahan gambut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan selesai sekitar pukul 10.35 WIB. Selanjutnya, tim bergerak menuju Hotel Purnama, Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 11.45 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif. Kegiatan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama&#45;sama mencegah Karhutla serta menjaga lingkungan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/13561716530-img-20260913-wa0098.jpg"/><pubDate>Sun, 13 Sep 2026 14:10:54 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4775/mabes-tni-turun-ke-tanah-merah-warga-diingatkan-tak-bakar-lahan</guid></item><item><title>Perkuat Sinergi Pemdes dan Warga, Tim Penyuluh Mabes TNI Gelar Edukasi Karhutla di Tanah Merah</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4774/perkuat-sinergi-pemdes-dan-warga-tim-penyuluh-mabes-tni-gelar-edukasi-karhutla-di-tanah-merah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (12/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan tiga personel Tim Penyuluh Mabes TNI, yakni Laksamana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S. (AL), Mayor Ckm Subekan (AD) dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim didampingi tiga personel dari Kodim/Koramil, yaitu Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh E.H. Nasution, S.Sos., Serka A. Harianja dan Kopda Sukarman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setibanya di Desa Tanah Merah, rombongan disambut oleh perangkat desa. Selanjutnya, tim melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan di wilayah yang dinilai rawan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan Karhutla serta peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Upaya pencegahan dinilai penting mengingat kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, perekonomian dan aktivitas masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memberikan penyuluhan, Tim Mabes TNI juga meninjau sejumlah wilayah yang terdampak Karhutla untuk melihat secara langsung kondisi lapangan serta perkembangan penanganannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil kegiatan, tidak terdapat hal menonjol yang dilaporkan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk kegiatan selanjutnya, Tim Mabes TNI dijadwalkan melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat Desa Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, sekaligus memberikan edukasi di wilayah yang rawan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan Karhutla semakin meningkat sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/41464988975-img-20260912-wa0050.jpg"/><pubDate>Sat, 12 Sep 2026 13:35:45 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4774/perkuat-sinergi-pemdes-dan-warga-tim-penyuluh-mabes-tni-gelar-edukasi-karhutla-di-tanah-merah</guid></item><item><title>Ajak Warga Gotong Royong Cegah Kebakaran Lahan, Mabes TNI Buka Penyuluhan Karhutla di Rangsang Pesisir</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4773/ajak-warga-gotong-royong-cegah-kebakaran-lahan-mabes-tni-buka-penyuluhan-karhutla-di-rangsang-pesisir</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi dan Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI terus menggencarkan upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Desa Sendaur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Jumat (11/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut diikuti Mayor Ckm Subekan dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M., selaku Tim Sosialisasi/Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI. Keduanya didampingi Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi, yakni Serma E. Sembiring, Sertu Zulkarnain H. dan Pratu Riski Nurdiansah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir Kepala Desa Sendaur Srd. Andrianto, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, kepala dusun serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sendaur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Desa Sendaur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Tim Mabes TNI yang memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya dan pencegahan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif pemerintah desa, MPA, perangkat desa dan seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penyuluhannya, Mayor Ckm Subekan menjelaskan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian hingga aktivitas sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pencegahan harus lebih diutamakan daripada penanganan setelah kebakaran terjadi,” menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diingatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Api dapat dengan cepat menjalar, khususnya pada lahan gambut dan semak belukar saat kondisi cuaca panas dan kering.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, masyarakat diminta melakukan pemantauan secara rutin terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada pemerintah desa, MPA, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun instansi terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI juga mengajak seluruh unsur masyarakat meningkatkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam mencegah Karhutla. Pencegahan, ditegaskan, bukan hanya menjadi tugas TNI, Polri maupun pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait kejadian Karhutla. Setiap informasi diharapkan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cek Embung, Pastikan Kesiapan Pencegahan Karhutla&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memberikan penyuluhan, Tim Mabes TNI bersama unsur terkait juga melakukan pengecekan embung di wilayah Desa Sendaur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan sumber air dalam mendukung pencegahan dan penanganan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan selesai sekitar pukul 10.45 WIB. Selanjutnya, tim bergerak menuju Hotel Purnama, Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 11.30 WIB untuk beristirahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian kegiatan Tim Sosialisasi/Penyuluh Karhutla Mabes TNI di Desa Sendaur berlangsung aman, tertib dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergitas antara pemerintah, TNI/Polri, MPA dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Rangsang Pesisir dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/74887879586-img-20260911-wa0098.jpg"/><pubDate>Fri, 11 Sep 2026 13:46:11 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4773/ajak-warga-gotong-royong-cegah-kebakaran-lahan-mabes-tni-buka-penyuluhan-karhutla-di-rangsang-pesisir</guid></item><item><title>Rapatkan Barisan, Tim Mabes TNI Ajak Masyarakat Mencegah Karhutla</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4772/rapatkan-barisan-tim-mabes-tni-ajak-masyarakat-mencegah-karhutla</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi dan Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (10/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.45 WIB dan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, kepala dusun, PKK, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta kader Posyandu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Mayor Ckm Subekan dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M. Keduanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Desa Bantar, Mulyadi, S.Kom., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kedatangan Tim Mabes TNI. Ia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif pemerintah desa, MPA, perangkat desa dan seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Apabila ditemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Camat Rangsang Barat yang diwakili Kasubag Keuangan, Minarsih, menyampaikan bahwa wilayah Kecamatan Rangsang Barat memiliki potensi terjadinya Karhutla sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak perlu terus ditingkatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengajak perangkat desa, MPA, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan maupun penanganan awal apabila terjadi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penyuluhannya, Mayor Ckm Subekan menjelaskan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian dan berbagai aktivitas warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menekankan bahwa langkah pencegahan harus lebih diutamakan daripada penanganan setelah kebakaran terjadi. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat menjalar, khususnya pada lahan gambut dan semak belukar dalam kondisi cuaca panas dan kering.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Masyarakat harus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan melakukan pemantauan secara rutin terhadap potensi munculnya titik api,” demikian salah satu pesan dalam kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada pemerintah desa, MPA, Babinsa, Bhabinkamtibmas atau instansi terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, Tim Mabes TNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan semangat gotong royong serta tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait kejadian Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab bersama masyarakat. Sosialisasi selesai sekitar pukul 10.55 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI bergerak menuju Hotel Purnama, Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 11.45 WIB untuk beristirahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan penyuluhan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Bantar. Edukasi secara langsung dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sinergitas antara pemerintah, TNI/Polri, MPA dan masyarakat diharapkan terus diperkuat sehingga upaya pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara bersama&#45;sama dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Rangsang Barat.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/38151548571-img-20260910-wa0079.jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 14:05:09 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4772/rapatkan-barisan-tim-mabes-tni-ajak-masyarakat-mencegah-karhutla</guid></item><item><title>Antisipasi Kebakaran Gambut, Tim Mabes TNI Sambangi Masyarakat</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4771/antisipasi-kebakaran-gambut-tim-mabes-tni-sambangi-masyarakat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), LPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Desa Mengkirau, Jalan Pelajar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (10/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai pukul 09.35 WIB tersebut diikuti masyarakat Desa Mengkirau bersama perangkat desa, RT dan RW. Sosialisasi dipimpin Kolonel Adm Dayatmoko dan Letkol Ckm Widodo Nugroho, didampingi Danramil 06/Merbau Kapten Arh R. Sinaga bersama satu orang Babinsa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Desa Mengkirau, Toha, S.E. alias Divan, menyambut kedatangan Tim Sosialisasi Karhutla dari Mabes TNI. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat dalam upaya mencegah dan menanggulangi bencana Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kolonel Adm Dayatmoko dalam sosialisasinya menjelaskan bahwa Karhutla dapat memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi perekonomian, kesehatan, transportasi, pertanian hingga pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kebakaran Hutan dan lahan sangat berpengaruh dari segi ekonomi, kesahatan, transportasi, petanian hingga pendidikan,” ujar Kolonel Adm Dayatmoko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya TNI dalam mencegah sekaligus menanggulangi Karhutla di berbagai wilayah, termasuk kawasan yang memiliki lahan gambut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami diperintahkan oleh Panglima TNI untuk melakukan Sosialisasi untuk mencegah dan menanggulangi Karlahut,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Kolonel Adm Dayatmoko, pencegahan Karhutla di kawasan gambut membutuhkan langkah yang tepat, terutama dalam memastikan ketersediaan sumber air. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah pembangunan kanal dan embung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Untuk di lahan Gambut, cara yang efektif utk mencegah dan menanggulangi Karhutla dengan cara membuat Kanal dan Embung sebagai sumber air,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan dorongan untuk meningkatkan sinergitas bersama instansi terkait. Kolonel Adm Dayatmoko menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara bersama&#45;sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat utk bersinergi dgn inastansi terkait untuk melakukan pencegahan terjadinya Karlahut,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, pelaksanaan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian negara terhadap masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla. Karena itu, kerja sama antara pemerintah, TNI, instansi terkait dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami diperintahkan utk melakukan Sosialisasi merupakan Perintah Presiden kepada Panglima TNI, ini merupakan suatu kepedulian dan perhatian dari Negara kepada Masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Letkol Ckm Widodo Nugroho mengajak masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga lingkungan dan wilayah tempat tinggal dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut menurutnya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Marilah kita menjaga kampung halaman dan desa kita ini dari karlahut,” kata Letkol Ckm Widodo Nugroho.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi dan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla. Selain itu, pembangunan kanal dan embung kembali ditekankan sebagai langkah untuk menyediakan sumber air apabila terjadi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Untuk mengatasi karhutla ini perlu kita cegah dengan membuat kanal dan embung sebagai tempat penampungan air, sehingga disaat terjadinya kebakaran sumber air sudah ada dan siap utk dilakukan pemadaman,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sesi tanya jawab, masyarakat Desa Mengkirau menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Masyarakat meminta dukungan anggaran serta peralatan pemadaman karena perlengkapan yang tersedia saat ini masih sangat minim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan alat berat untuk membantu pembangunan kanal dan embung di Desa Mengkirau, Kecamatan Tasik Putri Puyu. Setelah rangkaian sosialisasi dan tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sosialisasi pencegahan dan penanganan Karhutla tersebut selesai pada pukul 10.50 WIB. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan tertib.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/60191522771-img-20260910-wa0056.jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 13:39:16 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4771/antisipasi-kebakaran-gambut-tim-mabes-tni-sambangi-masyarakat</guid></item><item><title>Lahan Gambut Dipantau, Babinsa Koramil 06/Merbau Pastikan Tak Ada Api dan Asap</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4770/lahan-gambut-dipantau-babinsa-koramil-06merbau-pastikan-tak-ada-api-dan-asap</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan Babinsa Koramil 06/Merbau bersama masyarakat di Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar kawasan yang dinilai rawan terjadi Karhutla, terutama lahan kosong dan tanah gambut milik masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Patroli dimulai sekira pukul 09.40 WIB dengan menyusuri wilayah Dusun 2 RT 4 Desa Tanjung Pisang. Selain memantau kondisi lahan, kegiatan juga menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Babinsa Koramil 06/Merbau Pratu Hasibuan mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi terjadinya Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengajak masyarakat bersama&#45;sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari terjadinya kebakaran yang dapat meluas,” ujar Pratu Hasibuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam patroli tersebut, Babinsa bersama masyarakat juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sumber air apabila sewaktu&#45;waktu terjadi kebakaran. Pengecekan meliputi embung dan kanal yang berada di sekitar wilayah rawan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pratu Hasibuan menyampaikan, keberadaan sumber air perlu dipastikan agar dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya penanganan apabila muncul kebakaran di kawasan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami juga mengecek embung dan kanal yang ada sebagai langkah kesiapsiagaan. Kalau terjadi kebakaran, sumber air tersebut dapat membantu proses pemadaman dan pendinginan,” kata Pratu Hasibuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Patroli dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Kesadaran warga untuk segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil pemantauan di wilayah Dusun 2 RT 4 Desa Tanjung Pisang, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap. Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan seluruh rangkaian patroli berjalan lancar, sementara kondisi wilayah tetap dimonitor sebagai langkah antisipasi terhadap potensi Karhutla.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/53665832301-img-20260804-wa0041(2).jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 13:07:05 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4770/lahan-gambut-dipantau-babinsa-koramil-06merbau-pastikan-tak-ada-api-dan-asap</guid></item><item><title>DPRD Dumai Kebut Ranperda Keolahragaan, AKJ Beri Apresiasi dan Dukungan</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4769/dprd-dumai-kebut-ranperda-keolahragaan-akj-beri-apresiasi-dan-dukungan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kota Dumai (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua KONI Dumai terpilih masa bakti 2026–2030, Abdul Khodir Jailani (AKJ), mengapresiasi langkah DPRD Kota Dumai yang terus mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Regulasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat arah pembangunan olahraga di Kota Dumai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apresiasi itu disampaikan AKJ menyusul rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) A DPRD Kota Dumai bersama sejumlah pemangku kepentingan bidang olahraga, Selasa (8/9/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembahasan berlangsung di Ruang Rapat Cempaka Lantai I Gedung DPRD Kota Dumai dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, KONI, KORMI, NPC Disabilitas dan sejumlah tokoh olahraga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut AKJ, langkah DPRD melibatkan berbagai unsur olahraga dalam pembahasan Ranperda merupakan hal positif. Masukan dari organisasi olahraga dan pelaku olahraga dinilai penting agar regulasi yang nantinya disahkan benar&#45;benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengapresiasi DPRD Kota Dumai yang memberikan ruang kepada insan olahraga untuk menyampaikan masukan dalam pembahasan Ranperda Keolahragaan. Ini langkah yang sangat baik untuk bersama&#45;sama membangun olahraga Dumai,” ujar AKJ.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AKJ berharap Ranperda tersebut nantinya tidak hanya menjadi payung hukum, tetapi juga mampu memberikan arah yang jelas terhadap pembinaan atlet dan pengembangan olahraga di Dumai. Menurutnya, kepastian regulasi dibutuhkan agar program olahraga dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Harapan kami, Ranperda ini nantinya benar&#45;benar memberikan dampak terhadap kemajuan olahraga, terutama dalam pembinaan atlet, peningkatan prestasi, olahraga masyarakat dan perhatian terhadap olahraga disabilitas,” kata AKJ.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai Ketua KONI Dumai terpilih masa bakti 2026–2030, AKJ menilai sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, atlet, pelatih dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan prestasi olahraga. Ia berharap pembahasan regulasi terus dilakukan dengan mengakomodasi kebutuhan seluruh insan olahraga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita siap memberikan dukungan dan masukan sesuai dengan kebutuhan olahraga di Dumai. Mudah&#45;mudahan Ranperda ini dapat menjadi fondasi yang kuat sehingga olahraga Dumai ke depan semakin maju dan prestasinya terus meningkat,” pungkas AKJ.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/74940072543-42362767718-img-20260830-wa0015.jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 10:58:06 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4769/dprd-dumai-kebut-ranperda-keolahragaan-akj-beri-apresiasi-dan-dukungan</guid></item><item><title>Desa Bokor Jadi Sasaran Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Warga Didorong Aktif Laporkan Titik Api</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4768/desa-bokor-jadi-sasaran-penyuluhan-karhutla-mabes-tni-warga-didorong-aktif-laporkan-titik-api</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi dan Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan kegiatan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (9/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 20 peserta, terdiri dari Kepala Desa Bokor Irianto Abdullah beserta perangkat desa, BPD, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi, personel Polsek Rangsang Barat, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), kepala dusun serta masyarakat Desa Bokor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi/Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang hadir terdiri dari Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor Ckm Subekan (AD), dan Mayor Ckm Suryadi (AD).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Kepala Desa Bokor Irianto Abdullah menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Tim Mabes TNI yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta upaya pencegahan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyampaikan bahwa Desa Bokor memiliki sejumlah wilayah perkebunan dan kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran, terutama ketika memasuki musim kemarau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain dapat merusak lingkungan, kebakaran juga dapat berdampak terhadap kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami mengajak seluruh masyarakat, MPA, perangkat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk bersama&#45;sama meningkatkan kepedulian dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api atau indikasi Karhutla,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Laksamana TNI Dr. Imam Hidayat menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun aparat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk membuka atau membersihkan lahan. Terlebih, api dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan, khususnya pada wilayah yang memiliki lahan gambut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan akibat asap, menghambat aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Marilah kita membangun kepedulian dan budaya gotong royong dalam menjaga wilayah agar tetap aman dari Karhutla,&quot; pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penyuluhan berikutnya, Mayor Ckm Subekan memberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api, puntung rokok maupun bahan yang mudah terbakar di kawasan hutan dan lahan. Pencegahan sejak dini juga dinilai penting dengan melakukan pembersihan lahan secara mekanis tanpa menggunakan metode pembakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, masyarakat bersama MPA, perangkat desa dan unsur terkait didorong untuk meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah yang dianggap rawan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila ditemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun pihak terkait sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab terkait Karhutla, foto bersama serta pembagian sembako kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada pukul 11.00 WIB, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan selesai dilaksanakan. Tim selanjutnya bergerak menuju Hotel Purnama, Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 12.35 WIB untuk beristirahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Bokor dalam mencegah Karhutla, sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah desa, MPA dan masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/69980270703-img-20260909-wa0043.jpg"/><pubDate>Wed, 09 Sep 2026 12:53:56 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4768/desa-bokor-jadi-sasaran-penyuluhan-karhutla-mabes-tni-warga-didorong-aktif-laporkan-titik-api</guid></item><item><title>Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4767/dorong-percepatan-dekarbonisasi-pertamina-patra-niaga-kilang-dumai-raih-juara-1-aebt-2026</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Kota Dumai, (Riau)&#45;RPC&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai dalam mendukung percepatan dekarbonisasi dan transisi energi nasional kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai berhasil meraih Juara 1 Kategori On&#45;Grid Self Consumption dalam ajang Apresiasi Energi Baru dan Terbarukan (AEBT) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (3/9).&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:4000/3000;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/c11260d3035f0f4be2cad90d0281f7a2.jpg&quot; width=&quot;4000&quot; height=&quot;3000&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Penghargaan bergengsi tersebut diraih melalui karya inovasi berjudul “Transformasi Kawasan Hunian Rendah Karbon melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp sebagai Akselerator Dekarbonisasi dan Transisi Energi Berkelanjutan di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai.”&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:3000/4000;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/bab3b2362c1db8f14e8c2b5fe4f99748.jpg&quot; width=&quot;3000&quot; height=&quot;4000&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Karya yang mengantarkan Kilang Dumai meraih prestasi tertinggi tersebut disusun oleh tim Fungsi Engineering &amp;amp; Development yang terdiri dari Ervandy Haryoprawironoto, Saeful Sampe, dan Nobal Ardhinata. Melalui proposal tersebut, tim mengangkat implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hunian Kilang Pertamina Dumai sebagai langkah nyata dalam mewujudkan kawasan rendah karbon sekaligus mendukung agenda transisi energi yang berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/1066;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/823d098f003c4bc1b15bdb25b78c5607.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;1066&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Capaian ini mencerminkan konsistensi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan ke dalam operasional perusahaan. Implementasi PLTS berkapasitas 3,77 MWp tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, tetapi juga mendukung peningkatan efisiensi energi, keandalan operasional, serta penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:4000/3000;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/935fd2baf6eeb96bf06addf4ca0e0f45.jpg&quot; width=&quot;4000&quot; height=&quot;3000&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Perwira yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan kontribusi terbaiknya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan perusahaan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa semangat inovasi dan kolaborasi telah tumbuh menjadi budaya kerja di lingkungan Kilang Dumai. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas penghargaan yang diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai,&quot; ujar Iwan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1280/960;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/45d420cd7dc0e5d5a3a87057ae9ebbec.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; height=&quot;960&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, penghargaan ini semakin memperkuat posisi Kilang Dumai sebagai bagian dari perusahaan energi yang aktif mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program PLTS 3,77 MWp sendiri dikembangkan melalui kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai dan PT Pertamina New &amp;amp; Renewable Energy (PNRE). Sinergi tersebut mencerminkan komitmen dan kolaborasi kuat di lingkungan Pertamina Group dalam menghadirkan solusi energi bersih yang andal, efisien, serta memberikan manfaat lingkungan dan bisnis secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui skema on&#45;grid self consumption, energi listrik yang dihasilkan PLTS dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik internal perusahaan. Skema ini memungkinkan optimalisasi pemanfaatan energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis fosil. Implementasi tersebut menjadi salah satu langkah konkret Kilang Dumai dalam mempercepat pengurangan emisi karbon melalui penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan meraih Juara 1 AEBT 2026 juga menunjukkan bahwa upaya dekarbonisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan perusahaan dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan operasi. Transformasi energi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada manfaat lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan efisiensi dan nilai ekonomi yang mendukung daya saing perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Area Manager Communication, Relations &amp;amp; CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat bagi perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi berkelanjutan.&lt;br&gt;&quot;Penghargaan ini menjadi momentum bagi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai untuk terus memperkuat budaya inovasi dan memperluas implementasi solusi energi rendah karbon. Kolaborasi lintas fungsi serta sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi salah satu kunci dalam mempercepat berbagai inisiatif energi bersih yang memberikan manfaat nyata bagi perusahaan maupun lingkungan,&quot; ujar Muhammad Rum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Raihan tersebut semakin mempertegas peran Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai sebagai salah satu motor penggerak transformasi energi berkelanjutan di Indonesia melalui integrasi aspek dekarbonisasi, efisiensi energi, keandalan operasional, dan penciptaan nilai dalam satu program yang terukur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui keberhasilan implementasi PLTS 3,77 MWp dan pencapaian Juara 1 AEBT 2026, Pertamina Patra Niaga RU Dumai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan bisnis. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan serta replikasi pemanfaatan energi terbarukan yang lebih luas, sekaligus mendukung perjalanan Pertamina menuju operasi yang semakin rendah karbon dan berkelanjutan.***&lt;strong&gt;(RPC)&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/25684990162-img-20260908-wa0091.jpg"/><pubDate>Tue, 08 Sep 2026 14:01:16 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4767/dorong-percepatan-dekarbonisasi-pertamina-patra-niaga-kilang-dumai-raih-juara-1-aebt-2026</guid></item><item><title>Pantau Lahan Terdampak Karhutla, Mabes TNI Dorong Warga Desa Bokor Aktif Cegah Kebakaran</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4766/pantau-lahan-terdampak-karhutla-mabes-tni-dorong-warga-desa-bokor-aktif-cegah-kebakaran</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI menggelar sosialisasi pencegahan Karhutla di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (7/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB dan turut didampingi tiga personel Kodim/Koramil. Tim Mabes TNI terdiri atas Laksma TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor CKM Subekan (AD), dan Mayor CKM Suryadi, S.K.M. (AD). Sementara itu, tim pendamping terdiri atas Serma E. Sembiring, Sertu Zulkarnain H., dan Pratu Riski Nurdiansah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setibanya di Desa Bokor, tim melaksanakan peninjauan embung dan kanal serta memantau lahan warga yang terdampak Karhutla. Selain itu, tim juga memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat di wilayah yang rawan terjadi Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan Karhutla dinilai membutuhkan kerja sama antara pemerintah, TNI&#45;Polri, perangkat desa dan seluruh lapisan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim juga mengingatkan pentingnya menjaga embung dan kanal agar tetap berfungsi sebagai sumber air apabila terjadi kebakaran. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya Karhutla di wilayahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah desa dan aparat kewilayahan dalam menghadapi ancaman Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peninjauan embung dan kanal serta sosialisasi pencegahan Karhutla berlangsung aman, tertib dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sesuai rencana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan ini, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Bokor diharapkan semakin meningkat sehingga potensi Karhutla dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/56111645229-img-20260907-wa0070.jpg"/><pubDate>Mon, 07 Sep 2026 14:04:17 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4766/pantau-lahan-terdampak-karhutla-mabes-tni-dorong-warga-desa-bokor-aktif-cegah-kebakaran</guid></item><item><title>Tim Karhutla Mabes TNI dan MPA Patroli Bersama di Mengkikip, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4765/tim-karhutla-mabes-tni-dan-mpa-patroli-bersama-di-mengkikip-warga-diimbau-tak-bakar-lahan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi dan Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan patroli dan pemantauan Karhutla di Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Minggu (6/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Tim yang terdiri dari Laksamana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor Ckm Subekan (AD), dan Mayor Ckm Suryadi (AD) bergerak dari Hotel Purnama menuju Desa Mengkikip untuk melaksanakan patroli Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setibanya di Desa Mengkikip sekitar pukul 09.05 WIB, tim melaksanakan patroli di sejumlah wilayah bersama unsur pemerintah desa, aparat kewilayahan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan patroli menjadi bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, hadir Kepala Desa Mengkikip Tarmizi, Kasi Trantip Junisnaidi, S.Sos., Kasi Kesosbud Apriadi, S.AP., M.Si., serta Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi, yakni Sertu Amsyaya D., Sertu Muslim dan Serda Muherli, bersama MPA Desa Mengkikip.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui patroli dan sosialisasi secara langsung, masyarakat diimbau untuk bersama&#45;sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisir potensi terjadinya Karhutla, khususnya pada musim rawan kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan patroli Karhutla di Desa Mengkikip selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, Tim Sosialisasi dan Penyuluh Karhutla Mabes TNI bergerak menuju Hotel Purnama di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 11.35 WIB untuk beristirahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari unsur pemerintah desa, aparat kewilayahan dan masyarakat Desa Mengkikip.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/17599087759-img-20260906-wa0090.jpg"/><pubDate>Sun, 06 Sep 2026 13:26:47 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4765/tim-karhutla-mabes-tni-dan-mpa-patroli-bersama-di-mengkikip-warga-diimbau-tak-bakar-lahan</guid></item><item><title>Patroli Lapangan Digencarkan, Tim Mabes TNI Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4764/patroli-lapangan-digencarkan-tim-mabes-tni-ingatkan-warga-tak-bakar-lahan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi dan Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI melaksanakan patroli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (5/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut merupakan rangkaian hari ke&#45;10 pelaksanaan Sosialisasi dan Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI di wilayah Kodim 0303/Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim yang terdiri dari Laksamana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL), Mayor CKM Subekan (AD), dan Mayor CKM Suryadi (AD) melaksanakan patroli bersama unsur kewilayahan serta masyarakat Desa Tanjung Peranap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim berangkat dari Hotel Purnama sekitar pukul 08.45 WIB dan tiba di Desa Tanjung Peranap sekitar pukul 09.20 WIB untuk melaksanakan patroli Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan turut melibatkan Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi, yakni Sertu Amsyaya D., Sertu Muslim dan Serda Muherli, Kasi Trantip Junisnaidi, S.Sos., serta masyarakat Desa Tanjung Peranap. Kepala Desa Tanjung Peranap dalam kegiatan tersebut diwakili oleh BPD Ali Amran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi terjadinya Karhutla, sekaligus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan patroli secara langsung di lapangan, diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla serta tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Patroli selesai sekitar pukul 11.10 WIB. Selanjutnya, Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI bergerak menuju Hotel Purnama, Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 11.40 WIB untuk beristirahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif serta mendapat dukungan dari pemerintah desa, aparat kewilayahan dan masyarakat Desa Tanjung Peranap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan patroli tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/87305518645-img-20260905-wa0079.jpg"/><pubDate>Sat, 05 Sep 2026 13:54:17 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4764/patroli-lapangan-digencarkan-tim-mabes-tni-ingatkan-warga-tak-bakar-lahan</guid></item><item><title>Tekankan Bahaya Asap Gambut, Mabes TNI Minta Warga Desa Tanjung Segera Laporkan Temuan Titik Api</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4763/tekankan-bahaya-asap-gambut-mabes-tni-minta-warga-desa-tanjung-segera-laporkan-temuan-titik-api</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi dan Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI kembali memberikan edukasi kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Kantor Desa Tanjung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Jumat (4/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang memasuki hari ke&#45;9 tersebut dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Tim Mabes TNI yang hadir dipimpin Laksamana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S (AL).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan turut dihadiri Pabung Kodim 0303/Bengkalis Mayor Inf Rusli Dongoran, Kepala Desa Tanjung M. Anas, Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi Sertu Muslim, perangkat desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat Desa Tanjung. Jumlah peserta yang hadir sekitar 20 orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Kepala Desa Tanjung M. Anas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Mabes TNI yang telah hadir memberikan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan bahwa Desa Tanjung memiliki lahan gambut yang cukup luas dan cukup rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Karena itu, kewaspadaan dan peran aktif masyarakat sangat diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Laksamana TNI dr. Imam Hidayat menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tugas TNI, Polri dan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut. Kebakaran di lahan gambut dinilai dapat sulit dipadamkan serta berpotensi menimbulkan asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun lahan perkebunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika menemukan titik api, warga diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas atau petugas terkait agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI juga mendorong seluruh unsur di Desa Tanjung untuk terus memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sosialisasi selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Selanjutnya, tim bergerak menuju Hotel Purnama di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 11.10 WIB untuk beristirahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif. Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla semakin meningkat serta sinergitas pemerintah desa, TNI/Polri, MPA dan masyarakat terus terjaga.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/64424569403-img-20260904-wa0060.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 14:15:14 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4763/tekankan-bahaya-asap-gambut-mabes-tni-minta-warga-desa-tanjung-segera-laporkan-temuan-titik-api</guid></item><item><title>Mabes TNI Ajak MPA dan Warga Mengkikip Bersama Cegah Karhutla</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4762/mabes-tni-ajak-mpa-dan-warga-mengkikip-bersama-cegah-karhutla</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), LPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi dan Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI kembali menyambangi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, edukasi pencegahan Karhutla digelar di Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kamis (3/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang merupakan rangkaian sosialisasi di wilayah Kodim 0303/Bengkalis tersebut berlangsung di Kantor Desa Mengkikip dan diikuti sekitar 20 peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mengkikip Tarmizi, Kasi Trantip Junisnaidi, S.Sos., Kasi Kesosbud Apriadi, S.Ap., M.Si., Ketua BPD Mengkikip Tajudi, perangkat desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat serta Babinsa Koramil 02/Tebing Tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Mabes TNI terdiri dari Laksamana TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S., Mayor Ckm Subekan dan Mayor Ckm Suryadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Kepala Desa Mengkikip Tarmizi menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Mabes TNI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan, Desa Mengkikip memiliki kawasan lahan gambut yang cukup luas dan rentan terbakar ketika memasuki kondisi musim kemarau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan, baik saat membuka maupun membersihkan lahan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tarmizi juga mengajak masyarakat segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Laksamana TNI dr. Imam Hidayat menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tugas TNI, Polri maupun pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pencegahan sejak dini sangat penting, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut. Ketika terbakar, api pada lahan gambut dapat sulit dipadamkan dan berpotensi menimbulkan asap yang berdampak terhadap kesehatan serta lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar permukiman maupun lahan perkebunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas atau petugas terkait agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin,&quot; pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan yang sama, Mayor Ckm Subekan memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, perekonomian dan aktivitas masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar membuat proses penanganan membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan. Api bahkan dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Subekan mengajak masyarakat melakukan patroli dan pemantauan secara bersama&#45;sama, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering. Jika terjadi kebakaran, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat terkait dan mengutamakan keselamatan saat melakukan upaya penanganan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sinergitas antara pemerintah desa, Babinsa, MPA, masyarakat dan instansi terkait sangat penting dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap masyarakat Desa Mengkikip dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan Karhutla di wilayahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sosialisasi selesai sekira pukul 11.15 WIB. Setelah itu, tim melaksanakan istirahat dan makan siang di Kantor Desa Mengkikip sebelum kembali menuju Hotel Purnama di Selatpanjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim tiba di Hotel Purnama sekitar pukul 12.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Sinergitas antara pemerintah desa, TNI/Polri, MPA dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/23582923193-img-20260903-wa0074.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 12:53:18 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4762/mabes-tni-ajak-mpa-dan-warga-mengkikip-bersama-cegah-karhutla</guid></item><item><title>Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4761/pertamina-jelaskan-suara-letupan-di-kilang-dumai-pastikan-kondisi-kilang-aman</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Dumai, (Riau)&#45;RPC&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan ini disampaikan bahwa benar adanya suara letupan akibat adanya kendala pada salah satu unit operasional PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Area Manager Communication, Relations, &amp;amp; CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai mengatakan suara yang terdengar merupakan suara release tekanan ke api obor (flare) saat proses start up.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami menyampaikan bahwa saat ini terdapat kendala operasional pada salah satu unit proses di area kilang yang menyebabkan timbulnya suara bising dan api obor membesar seperti di media sosial. Kondisi ini merupakan bagian dari proses produksi kilang dan sudah ditangani sesuai prosedur. Perusahaan memastikan kilang saat ini dalam kondisi aman dan kondusif,” ujar Muhammad Rum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. Kami tegaskan bahwa saat ini kondisi telah ditangani dengan baik dan seluruh fasilitas dalam kondisi aman,” tutup Tengku Rum. Perusahaan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir.***&lt;i&gt;&lt;strong&gt;(RPC)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/12282179516-img-20260903-wa0014.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 12:04:05 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4761/pertamina-jelaskan-suara-letupan-di-kilang-dumai-pastikan-kondisi-kilang-aman</guid></item><item><title>Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Bersama Project R&amp;P Sumatera Dukung Mahasiswa Melek Energi dan Lingkungan Lewat Pertamina Goes to Campus</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4760/pertamina-patra-niaga-kilang-dumai-bersama-project-rp-sumatera-dukung-mahasiswa-melek-energi-dan-lingkungan-lewat-pertamina-goes-to-campus</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Kota Dumai, (Riau)&#45;RPC&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertamina Patra Niaga melalui Fungsi Project R&amp;amp;P Sumatera menggelar Pertamina Goes to Campus (GTC) – Project Sumatera bertajuk “Generasi Muda yang Berintegritas dan Berwawasan Energi melalui Project Sustainability &amp;amp; Community Development”. Kegiatan ini ditujukan untuk membangun kesadaran dikalangan generasi muda terhadap isu energi, lingkungan, keberlanjutan, serta pengembangan masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut resmi dilaksanakan di Universitas Dumai Jumat (21/8).&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/1066;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/2949f89190236e1062276a03ab66446f.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;1066&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Kegiatan Pertamina Goes to Campus tidak sekadar menjadi wadah untuk mendorong kesadaran mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa untuk melek terhadap perkembangan energi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan, melainkan juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;General Manager Project R&amp;amp;P Sumatera PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Rahmad, S.T., IPM, ASEAN Eng., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Rektor Universitas Dumai Dr. Ir. Muhardi, S.Kom., M.Kom., IPM, serta perwakilan Pemerintah Kota Dumai, yaitu Andry Martin, S.E., M.Si. dari Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai, Edi Indra, S.IP., Kasubag TU Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, dan M. Ali Muhajirin, S.Sos., M.I.P., Pengawas Pendamping Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/1066;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/141e3a4f0c20d9bd1cdeba8c2942f293.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;1066&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa agar tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang berhenti diruang kelas saja, tetapi juga mampu memahami berbagai tantangan sektor energi dan lingkungan serta memiliki kepedulian untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar GM Project R&amp;amp;P Sumatera Rahmad.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rektor Universitas Dumai, Dr. Ir. Muhardi, S.Kom., M.Kom., IPM, menyampaikan bahwa kegiatan Pertamina Goes to Campus memiliki nilai strategis bagi mahasiswa karena mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman dan praktik langsung dari dunia industri.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/1066;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/95557ead636b206884556df0672a3106.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;1066&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, mengembangkan gagasan, serta memahami kebutuhan industri dan masyarakat secara lebih nyata. “Mahasiswa merupakan generasi yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia di masa depan. Karena itu, mereka perlu memiliki kompetensi, integritas, kepedulian terhadap lingkungan, serta wawasan tentang energi agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks,” ujar Muhardi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain sesi edukasi, rangkaian kegiatan Pertamina Goes to Campus (GTC) – Project Sumatera di Universitas Dumai juga diisi dengan berbagai agenda edukatif lainnya serta penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi sekaligus simbol penguatan sinergi antara PT Pertamina Patra Niaga dan Universitas Dumai.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1600/1066;&quot; src=&quot;https://riauperistiwa.co.id/assets/foto/e4a44d5884aa82d010f36a1c84e54a47.jpg&quot; width=&quot;1600&quot; height=&quot;1066&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Selain menjadi upaya edukasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi awal dari penguatan kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan, energi, lingkungan, sustainability, dan community development.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Pertamina Goes to Campus, Pertamina Patra Niaga Fungsi Project R&amp;amp;P berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, unggul, adaptif, inovatif, serta memiliki wawasan energi dan kepedulian terhadap keberlanjutan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun ketahanan energi nasional.***&lt;strong&gt;(RPC)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/604418888-img-20260902-wa0069.jpg"/><pubDate>Wed, 02 Sep 2026 13:18:11 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4760/pertamina-patra-niaga-kilang-dumai-bersama-project-rp-sumatera-dukung-mahasiswa-melek-energi-dan-lingkungan-lewat-pertamina-goes-to-campus</guid></item><item><title>Sinergi TNI dan Masyarakat Diperkuat, Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di Merbau</title><link>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4759/sinergi-tni-dan-masyarakat-diperkuat-mabes-tni-gelar-sosialisasi-karhutla-di-merbau</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meranti (Riau), RPC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (2/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Mekar Sari, Jalan Hangtuah, tersebut dimulai sekitar pukul 08.40 WIB dan diikuti sekitar 40 masyarakat. Tim terdiri dari Kolonel Adm Dayatmoko, Letkol Ckm Widodo Nugroho, serta Danramil 06/Merbau Kapten Arh Rickman Sinaga bersama tiga personel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedatangan tim disambut Sekdes Mekar Sari Azman, para perangkat desa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sosialisasinya, Kolonel Adm Dayatmoko menyampaikan bahwa Karhutla dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, transportasi, pertanian hingga pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan sinergi dengan instansi terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kebakaran hutan dan lahan sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor. Karena itu, kita harus bersama&#45;sama melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dayatmoko juga menjelaskan bahwa untuk wilayah yang memiliki lahan gambut, salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan Karhutla adalah membangun kanal dan embung sebagai sumber atau tempat penampungan air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, pelaksanaan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian negara kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Letkol Ckm Widodo Nugroho mengajak masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga lingkungan dan desa dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Marilah kita menjaga kampung halaman dan desa kita dari Karhutla. Sinergitas antara instansi dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah dan mengatasi Karhutla,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sesi tanya jawab, masyarakat Desa Mekar Sari menyampaikan kondisi keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga berharap adanya dukungan anggaran serta peralatan pemadaman apabila terjadi kebakaran. Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan alat berat untuk pembuatan kanal dan embung di Desa Mekar Sari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Permintaan tersebut dinilai penting mengingat kesiapan sumber air dan peralatan pemadaman menjadi salah satu faktor pendukung dalam penanganan Karhutla secara cepat apabila terjadi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan berakhir sekitar pukul 10.05 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Mekar Sari terhadap ancaman Karhutla semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat dalam menjaga wilayah dari kebakaran hutan dan lahan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riauperistiwa.co.id/assets/berita/original/1318176187-img-20260902-wa0047.jpg"/><pubDate>Wed, 02 Sep 2026 13:02:08 +0700</pubDate><guid>https://riauperistiwa.co.id/news/detail/4759/sinergi-tni-dan-masyarakat-diperkuat-mabes-tni-gelar-sosialisasi-karhutla-di-merbau</guid></item></channel></rss>