Daerah

Sertu Samsuddin Siregar Dorong Penetapan Assembly Point untuk Perlindungan Masyarakat

Selasa, 25 November 2025 | 13:30:56 WIB

DUMAI - Sertu Samsuddin Siregar, Babinsa Kelurahan Tanjung Palas Koramil 01/Dumai, menghadiri undangan rapat pembahasan Assembly Point atau titik kumpul darurat apabila terjadi ledakan kilang. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 24 November 2025, bertempat di Kantor Lurah Jalan Makmur, Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah yang berdekatan dengan area industri.

Dalam agenda pembahasan, berbagai pihak membicarakan urgensi penetapan titik kumpul sebagai antisipasi keadaan darurat. Sertu Samsuddin Siregar menegaskan bahwa langkah ini sangat relevan mengingat kepadatan pemukiman di sekitar wilayah operasional kilang.

“Penetapan Assembly Point bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya nyata untuk melindungi masyarakat dari risiko yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Babinsa juga menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penyusunan rencana evakuasi. Ia menyampaikan bahwa aspek keamanan harus selalu ditempatkan di posisi terdepan dalam setiap kebijakan terkait kedaruratan.

“Keselamatan masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar. Semua pihak harus memiliki persepsi yang sama bahwa perlindungan warga adalah tujuan utamanya,” kata Sertu Samsuddin Siregar.

Dalam rapat tersebut, pembahasan juga fokus pada pemilihan lokasi titik kumpul yang strategis. Menurut Babinsa, pemilihan lokasi harus mempertimbangkan kondisi lingkungan serta aksesibilitas bagi kendaraan darurat.

“Lokasi Assembly Point harus mudah dijangkau dan memungkinkan proses evakuasi berjalan cepat. Ini sangat penting agar penanganan keadaan darurat bisa dilakukan secara efektif,” ungkapnya.

Sertu Samsuddin Siregar menambahkan bahwa koordinasi antara instansi terkait merupakan kunci keberhasilan dalam penerapan sistem kesiapsiagaan. Ia berharap adanya sinergi yang konsisten antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan pihak perusahaan.

“Koordinasi yang baik akan mempercepat respon saat situasi tidak diinginkan terjadi. Ini harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.

Selain itu, Babinsa menyampaikan bahwa sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Ia menilai warga harus memahami mekanisme evakuasi dan mengetahui lokasi titik kumpul yang telah ditetapkan.

“Masyarakat harus diberi pemahaman yang jelas agar tidak panik ketika situasi darurat terjadi. Edukasi adalah bagian yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Sertu Samsuddin Siregar juga menyampaikan apresiasi terhadap pihak kelurahan yang menginisiasi pertemuan ini sebagai langkah preventif menghadapi potensi risiko industri. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala.

“Rapat ini sangat positif dan perlu menjadi agenda rutin demi meningkatkan kewaspadaan bersama,” tutur Babinsa.

Dengan adanya pemantapan titik kumpul darurat, diharapkan masyarakat Tanjung Palas semakin siap menghadapi segala kemungkinan yang berkaitan dengan potensi ledakan kilang maupun keadaan darurat lainnya.***

Terkini