DUMAI - Memasuki hari keempat penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sungai Sembilan, tim gabungan terus mengintensifkan proses pemadaman dan pendinginan guna memastikan api tidak kembali meluas.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 ini terpusat di Jalan Parit 2 RT 06, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, dengan titik kebakaran berada di lahan seluas kurang lebih tujuh hektare yang didominasi semak belukar, tanaman sawit, serta tanah gambut milik masyarakat.
Dalam upaya tersebut, personel gabungan dari TNI, Polsek, Manggala Agni, masyarakat, pihak kelurahan, serta Masyarakat Peduli Api turut dilibatkan, dengan dukungan peralatan pemadam darat dan satu unit helikopter water bombing milik BNPB.
“Upaya pemadaman terus kami maksimalkan dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada, termasuk dukungan udara untuk mempercepat proses pemadaman,” ujar Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I.
Dari total luas lahan yang terbakar, sekitar empat hektare telah berhasil dipadamkan, sementara tiga hektare lainnya masih dalam proses penanganan melalui pemadaman lanjutan dan pendinginan di lapangan.
“Kendala utama yang kami hadapi di lapangan adalah kondisi tanah gambut, keterbatasan sumber air, serta angin kencang yang cukup mempengaruhi penyebaran api,” lanjut.
Kondisi terkini menunjukkan tidak adanya titik api aktif, namun masih terdapat titik asap sehingga proses pendinginan terus dilakukan secara intensif untuk mencegah potensi kebakaran susulan.
“Kami memastikan seluruh area terdampak dilakukan pendinginan secara menyeluruh agar api tidak muncul kembali,” tambah Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I.
Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I., juga menegaskan bahwa sinergi antar instansi dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam penanganan karhutla, serta mengimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan bersama.***