Daerah

Awalnya Biasa Menjadi Primadona, Poktan Sri Gemilang "Ladang Ekonomi" Menjanjikan

Rabu, 15 Juli 2026 | 21:39:59 WIB
Endrawan, Ketua Poktan Sri Gemilang bersama anggota, tebar senyuman menuai harapan

Oleh : Zainal Arifin

Kota Dumai, (Riau)-RPC

Mengutip ayat Al-Quran, Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri", Ar-Ra'd ayat 11. Ayat diatas secara harfiah mengingatkan kita pentingnya sebuah usaha atau ikhtiar untuk mengubah keadaan. Implementasi ayat diatas sepertinya layak diselaraskan dengan Kelompok Tani (Poktan) Sri Gemilang.

Berawal dari beberapa warga di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai membuat sebuah wacana. Membentuk Poktan untuk menyalurkan aspirasi dalam berkreasi. Dengan memanfaatkan lahan sekitar kawasan pemukiman untuk di jadikan kebun-kebun sayuran.

Tanaman cabai siap panen menandakan rezeki tiba. 

Sekedar iseng belaka namun hakekatnya di kemudian hari berubah menjadi berdaya guna. Menciptakan peluang usaha menghasilkan pendapatan untuk keluarga. Artinya upaya diri sendiri untuk mengubah keadaan berkaitan kehidupan. Selaras dengan maksud dan tujuan dari kandungan ayat Al-Quran sebagaimana uraian pembuka narasi.

Sebuah transisi ekonomi dari pekerjaan sampingan menjadi pekerjaan utama. Bersama berusaha dari profesi berbeda akhirnya bersatu menjadi petani palawija. 

Seorang wanita paruh baya anggota Poktan sedang menyemprot gulma.  

17 tahun kemudian semuanya menjadi kenyataan, Poktan Sri Gemilang pesat berkembang. Dari yang semula hanya ajang coba-coba ternyata seiring waktu menjadi sumber "cuan" keluarga.

2009 awal dibentuk, Poktan Sri Gemilang hanyalah wadah kebersamaan dalam berkarya secara swadaya. Dilakukan dengan cara bergotong-royong bermodal dari iuran anggota. Dimulai dari menanam aneka sayur-sayuran berbekal ilmu pengetahuan seadanya.

Senyuman peternak ayam kampung bantuan Pertagas ODA.  

Perjalanan panjang Poktan Sri Gemilang dikisahkan, Endrawan penuh lika-liku, jalan terjal tak semulus perkiraan orang. Banyak suka-duka pengorbanan usah ditanya lagi, namun dengan tekad dan semangat semua akhirnya dilalui.

"Semua orang kini hanya melihat kesuksesan Poktan Sri Gemilang, aneka budidaya sayuran silih berganti ditanam, bidang usaha terus berkembang, prestasi gemilang beberapa kali disandang," papar Endrawan awal pertemuan di kediaman, Senin (13/7/2026) siang.

Ayam kampung bantuan Pertagas ODA berebutan makan pertanda menjanjiksn sebuah harapan. 

Lanjutnya kemudian "Padahal tidaklah sebagaimana dibayangkan, awal merintis banyak rintangan, seperti panen yang tidak sesuai harapan, maklumlah minim pengetahuan, proses penanaman tidak sesuai jadwal karena terhambat dana, awal merintis "berdarah-darah," ujarnya seraya menyelipkan sebuah istilah.

Halangan dan rintangan menghadang, sempat patah arang, karena merasa lelah hasil tidak sesuai harapan. Berupaya bertahan semangat dikuatkan akhirnya perlahan-lahan terjadi perbaikan. Semangat timbul kembali, tujuan awal menjadi kenyataan. Perhatian dari pihak luar mulai ada, bantuan bibit, pembinaan dan pelatihan diterima. 

Mengolah pakan buatan sendiri sebagai selingan pakan buatan pabrik senyumsn ikut mengiringi

"Setelah beberapa tahun Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Dinas Pertanian salurkan bantuan, dari bibit, pelatihan dan bantuan keuangan, setelah itu di ikuti oleh PT Pertamina RU II, dari situlah Poktan Sri Gemilang terus berkembang seperti sekarang," papar Endrawan.

Puncak perkembangan terjadi ketika PT Pertamina Gas, Operation Dumai Area (Pertagas ODA) mulai melirik. Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSP) perusahaan memberikan bantuan.

Endrawan, Ketua Poktan bergaya di depan kolam ikan.  

"Tahun 2021 bantuan bibit cabe dan terong diberikan oleh Pertagas ODA, bantuan tersebut diberikan karena melihat dari aktivitas kelompok yang aktif melakukan kegiatan, ditahun itu ada beberapa jenis sayuran yang dibudidayakan seperti cabe, kacang panjang, timun dan lain sebagainya, terkait bibit cabe dan terong bantuan yang diberikan setelah ditanam dan hasil panennya sangat bagus, hal itu diketahui pihak Pertagas ODA," jelasnya.

"Saat itulah bantuan dari Pertagas ODA rutin diberikan kepada Poktan Sri Gemilang, bahkan bukan hanya pada bibit tanaman, fasilitas lainnya dibantu, seperti benih Gurami, Sarana Pengolahan Pupuk Kompos, Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Saung dan lain sebagainya," pungkas sosok sampai kini masih menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 di Kelurahan Bumi Ayu.  

Plank “Desa Energi Berdikari” Inisiasi Peetamina. 

Sebagaimana diceritakan Endrawan disinilah peran penting Pertagas ODA memberdayakan perekonomian masyarakat sekitar wilayah operasinya. Kepedulian terhadap keberadaan masyarakat, terutama berkaitan kegiatan penunjang perekonomian. Sekaligus mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan.

Sejalan sebagaimana disampaikan Manager Communication, Relation & CSR Pertagas, Elok Riani Ariza pada waktu itu. Bahwa bantuan kepada kelompok tani merupakan upaya Pertagas untuk memberdayakan potensi para petani. Selain wujud serta mensukseskan program pemerintah dalam menciptakan kemandirian pangan.

Bibit kelapa Genjah Entok berdekatan unggas  

“Meningkatkan perekonomian petani untuk menghasilkan panen cabai dan terong berlimpah agar penghasilan bertambah, juga menjadi komitmen perusahaan mendukung program pemerintah dalam menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan," ujarnya saat konferensi pers.

"Peran serta Pertagas juga wujud kepedulian perusahaan kepada petani dalam mengembangkan potensi sesuai bidang digeluti, dan Pertagas terus berkomitmen mendukung kegiatan masyarakat melalui program CSR Perusahaan," pungkasnya.

PLTS bantuan Pertagas ODA, mampu memfasiltasi penerangan 10 rumah warga, sungguh luar biasa. 

Terbaru, tahun ini Pertagas ODA kembali memberikan bantuan untuk Poktan Sri Gemilang. Tepatnya 20 Mei 2026 Bibit Kelapa Genjah Entok dan Bibit Ayam Kampung kembali diserahkan.

Oleh Ketua Poktan bantuan telah diserahkan kepada anggota untuk dipelihara. Bibit Kelapa Genjah Entok semuanya telah tertanam pertumbuhannya sangat memuaskan. Sedangkan ayam kampung masih dalam tahap pemeliharaan dan berkembang sesuai harapan. 

Pantau saat meninjau lapangan dimana aktivitas Poktan berkegiatan. Pada beberapa lokasi yang tersebar tumbuh subur tanaman cabe setan. Sejenis varian cabe rasa pedasnya luar biasa sehingga dilabel dengan nama setan, kebetulan sedang dalam masa panen.

Terlihat pula pada halaman samping rumah salah satu warga yang juga anggota Poktan. Ayam-ayam kampung  bantuan berkembang sedang memakan pakan pada sebuah kandang. Saat disambangi ayam tersebut berlarian mendekati dipikirnya ingin memberi makan

Sedang peternak sibuk mengolah pakan buatan sebagai tambahan pakan pabrikan. Terukir senyum diwajah, tiada gurat kepenatan meski mengolah bukan pekerjaan ringan. Juga ada seorang wanita paruh baya terlihat sedang menyemprot. Untuk membasmi gulma yang mulai tumbuh disekitar pohon cabe.

Endrawan sendiri selaku Ketua Poktan sibuk mengawasi dan sesekali memberikan arahan. Akhir pertemuan Endrawan menyampaikan tak lama lagi ada agenda bersama Pertagas ODA. Panen mentimun bersama anak-anak berkebutuhan khusus, giatnya pada Bulan Agustus.

"Agustus mendatang kegiatan panen mentimun, infonya pihak Pertagas ODA mengundang adek-adek berkebutuhan khusus dalam kegiatan tersebut, nantik kita harapkan Abang datang juga, dan mohon maaf saya tidak bisa mengajak untuk melihat seluruh kegiatan Gapoktan, selain karena lokasi yang tersebar juga ada yang baru panen dan kegiatan baru belum di mulai lain kali kita ulangi saat ada kegiatan panen," sampainya.

Menurut penuturan salah satu anggota, bahwa Sri Gemilang bukan satu-satunya Poktan yang ada. Masih ada 3 Poktan lainnya dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Bumi Ayu. Yakni Poktan Pamba (Pemuda Tani Bumi Ayu), Poktan Kelompok Tani Wanita (KWT), dan Poktan Harapan Jaya.

Penghujung cerita dari kehadiran Poktan Sri Gemilang banyak hal yang bisa dijadikan acuan. Bahwa jika kita sendiri tidak berupaya merubah nasib niscaya seperti itulah selamanya.

Dari semula yang biasa tanpa berharap apa-apa ternyata menjadi penunjang keluarga. Karena penghasilan anggota Poktan jika di kalkulasikan lebih menjanjikan daripada menjadi buruh serabutan. Karena itulah kegiatan di Poktan menjadi kegiatan utama oleh beberapa anggota. Ikhtiar dan usaha harus sejalan dengan semangat luar biasa, awalnya coba-coba menjadi luar biasa.

Sebuah pengalaman berharga, usaha, semangat, dan kerja nyata didukung korporasi yang peduli. Terjalin sinergitas menghasilkan karya berkualitas tidak bisa di pungkiri. Salah satu bukti nyata antara Poktan Sri Gemilang dan Pertagas ODA. Kerjasama saling menguntungkan “Simbiosis Mutualisme” istilahnya. 

Pertagas ODA tentunya bangga bahwa Program CSR-nya berjaya sebagaimana tujuan awalnya. Peduli dan mendukung kegiatan warga yang berorientasi pada peningkatan ekonomi. Sedangkan Poktan Sri Gemilang dan yang lainnya pasti menjadi terbantu. Kegiatan menjadi berkembang karena pembinaan berkelanjutan. Pendapatan meningkat tajam dan pastinya kebutuhan keluarga tercukupi.

Tujuan Negara mensuksekan program ketahanan dan kemandirian pangan pastinya terealisasi. Jika ada puluhan, ratusan atau bahkan ribuan Poktan seperti Sri Gemilang. Penganguran akan berkurang karena tercipta lapangan pekerjaan terlebih jika generasi muda ingin menekuni. 

Frasa Sri Gemilang menurut bahasa Sanskerta, secara harfiah Sri berarti cahaya, kemegahan, atau kemakmuran, sedangkan Gemilang berarti terang benderang atau cemerlang. Jadi Sri Gemilang bermakna cahaya yang terang benderang atau kemegahan yang cemerlang. Bukan lagi menjadi sebuah ilusi atau khayalan tetapi sebuah kenyataan yang ada di depan mata. 

Oleh karena itu mari renungkan kembali ayat Al-Quran pada narasi pembuka karya. Interpretasikan sesuai pemikiran, buatlah sebuah kesimpulan. Niscaya ada makna tersembunyi pada Kalam Illahi yang indah itu.***(RPC)

Terkini