Meranti (Riau), RPC
Patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan Babinsa Koramil 06/Merbau bersama masyarakat di Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar kawasan yang dinilai rawan terjadi Karhutla, terutama lahan kosong dan tanah gambut milik masyarakat.
Patroli dimulai sekira pukul 09.40 WIB dengan menyusuri wilayah Dusun 2 RT 4 Desa Tanjung Pisang. Selain memantau kondisi lahan, kegiatan juga menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
Babinsa Koramil 06/Merbau Pratu Hasibuan mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi terjadinya Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari terjadinya kebakaran yang dapat meluas,” ujar Pratu Hasibuan.
Dalam patroli tersebut, Babinsa bersama masyarakat juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sumber air apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Pengecekan meliputi embung dan kanal yang berada di sekitar wilayah rawan Karhutla.
Pratu Hasibuan menyampaikan, keberadaan sumber air perlu dipastikan agar dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya penanganan apabila muncul kebakaran di kawasan tersebut.
“Kami juga mengecek embung dan kanal yang ada sebagai langkah kesiapsiagaan. Kalau terjadi kebakaran, sumber air tersebut dapat membantu proses pemadaman dan pendinginan,” kata Pratu Hasibuan.
Patroli dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Kesadaran warga untuk segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Dari hasil pemantauan di wilayah Dusun 2 RT 4 Desa Tanjung Pisang, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap. Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan seluruh rangkaian patroli berjalan lancar, sementara kondisi wilayah tetap dimonitor sebagai langkah antisipasi terhadap potensi Karhutla.