Daerah

Rapatkan Barisan, Tim Mabes TNI Ajak Masyarakat Mencegah Karhutla

Kamis, 10 September 2026 | 14:05:09 WIB

Meranti (Riau), RPC

Tim Sosialisasi dan Penyuluh Karhutla dari Mabes TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.45 WIB dan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, kepala dusun, PKK, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta kader Posyandu.

Tim Mabes TNI yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Mayor Ckm Subekan dan Mayor Ckm Suryadi, S.K.M. Keduanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla sejak dini.

Kepala Desa Bantar, Mulyadi, S.Kom., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kedatangan Tim Mabes TNI. Ia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif pemerintah desa, MPA, perangkat desa dan seluruh masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Apabila ditemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait.

Sementara itu, Camat Rangsang Barat yang diwakili Kasubag Keuangan, Minarsih, menyampaikan bahwa wilayah Kecamatan Rangsang Barat memiliki potensi terjadinya Karhutla sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak perlu terus ditingkatkan.

Ia mengajak perangkat desa, MPA, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan maupun penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Dalam penyuluhannya, Mayor Ckm Subekan menjelaskan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian dan berbagai aktivitas warga.

Ia menekankan bahwa langkah pencegahan harus lebih diutamakan daripada penanganan setelah kebakaran terjadi. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat menjalar, khususnya pada lahan gambut dan semak belukar dalam kondisi cuaca panas dan kering.

“Masyarakat harus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan melakukan pemantauan secara rutin terhadap potensi munculnya titik api,” demikian salah satu pesan dalam kegiatan tersebut.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada pemerintah desa, MPA, Babinsa, Bhabinkamtibmas atau instansi terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Selain itu, Tim Mabes TNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan semangat gotong royong serta tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait kejadian Karhutla.

Kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab bersama masyarakat. Sosialisasi selesai sekitar pukul 10.55 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Selanjutnya, Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI bergerak menuju Hotel Purnama, Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, dan tiba sekitar pukul 11.45 WIB untuk beristirahat.

Kegiatan penyuluhan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Bantar. Edukasi secara langsung dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya Karhutla.

Sinergitas antara pemerintah, TNI/Polri, MPA dan masyarakat diharapkan terus diperkuat sehingga upaya pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Rangsang Barat.

Terkini