Daerah

Jaga Keandalan Operasi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Lakukan Optimalisasi PLTS 3,77 MWp

Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:25:46 WIB

Kota Dumai, (Riau)-RPC.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga ketahanan energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) terus memperkuat upaya dalam menjaga keandalan operasional kilang. Langkah konkret tersebut salah satunya dilakukan dengan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) lewat optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 3,77 MWp sebagai sumber energi pendukung sistem kelistrikan operasi.

Keandalan pasokan listrik memiliki peran yang sangat vital dalam menunjang kegiatan operasional kilang berjalan andal, efisien, dan berkesinambungan. Sistem kelistrikan menjadi urat nadi beroperasinya berbagai unit proses dan fasilitas di kilang, menjaga sistem kontrol di ruang kendali operasi (Main Control Room/MCR) berjalan realtime dan presisi, serta memastikan sistem keselamatan proses (Process Safety) dan keselamatan kerja (Occupational Safety) berfungsi secara optimal.

Selain itu, sistem kelistrikan yang andal juga memiliki andil terhadap kegiatan utilisasi dikilang hingga fasilitas pendukung operasi lainnya yang ada di Perusahaan terkait proses produksi dan distribusi energi ke masyarakat. Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai memiliki tiga PLTS yang tersebar di tiga lokasi berbeda. PLTS berkapasitas PLTS 2 MWp  berada di Jalan Raya Bukit Datuk, menjadi PLTS pertama yang dibangun di lingkungan Kilang Dumai. Selanjutnya, serta PLTS 1 MWp terletak di Komplek Fire Camp Pertamina Dumai PLTS 0,77 MWp di kawasan Komplek Rumah Dinas Perusahaan (RDP) Bukit Datuk.

Dari seluruh total kapasitas PLTS yang telah terpasang, setiap harinya produksi listrik yang dihasilkan memiliki daya efektif rata-rata harian sekitar 500 kW dengan daya puncak hingga 3.4 MWp. Pemanfaatan listrik tenaga surya tersebut berkontribusi memenuhi kebutuhan listrik sekitar 1,6 persen dari base load karena regulasi intermittent masuk ke microgrid Kilang Dumai.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan bahwa keandalan sistem utilitas, termasuk pasokan listrik, merupakan elemen yang tidak terpisahkan dalam menjaga keberlangsungan operasi kilang sebagai objek vital nasional dalam menjaga pasokan energi.

“Pemanfaatan PLTS menjadi bagian dari langkah strategis Perusahaan dalam memperkuat sistem kelistrikan untuk terus menjaga keandalan operasi. Inisiatif ini sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen Pertamina dalam upaya dekarbonisasi di seluruh lini bisnis dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060,” ujar Muhammad Rum.

Meski listrik yang terpenuhi saat ini hanya 1,6 persen, Muhammad Rum mengungkapkan bahwa keberadaan PLTS tetap memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi energi di operasional. Pemanfaatan listrik dari PLTS tersebut turut mengurangi beban pembangkit internal sehingga konsumsi bahan bakar untuk pembangkitan listrik dapat ditekan.

Pembangunan PLTS Kilang Dumai merupakan bagian dari Program Substitusi Listrik RDP Bukit Datuk ke jaringan PLN yang mulai dijalankan sejak 2019. Program tersebut bertujuan menurunkan beban listrik yang sebelumnya diproduksi oleh Steam Turbine Generator (STG) kilang melalui integrasi sistem kelistrikan kawasan RDP Bukit Datuk dengan jaringan PLN. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari implementasi komitmen Pertamina terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) yang sejalan dengan agenda transisi energi.

Pembangunan PLTS yang ada operasi Kilang Dumai dibangun dalam dua fase. Pembangunan fase pertama dimulai dengan pembangunan PLTS kapasitas 2 MWp di Jalan Raya Bukit Datuk, dan fase kedua yaitu PLTS  0,77 MWp di Jalan Cirebon Bukit Datuk dan PLTS PSA Fire camp Pertamina RU II Dumai dengan kapasitas 1 MWp serta telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) pada 19 Februari 2024.

PLTS Kilang Pertamina Dumai diresmikan pada 12 Juli oleh Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia. Pembangunan PLTS tersebut juga merupakan hasil sinergi antar entitas di Pertamina, yakni dengan Pertamina Power Indonesia (PPI). Selain memperkuat sistem kelistrikan dan mendukung operasional, kehadiran PLTS Kilang Dumai tersebut turut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon hingga 18.319,99 ton CO2 eq /tahun.***(RPC) 

Terkini