Gagasan Pembangunan Menara Pandang Kota Dumai Muncul

Gagasan Pembangunan Menara Pandang Kota Dumai Muncul
Sosok Founder Duri Institute, Agung Marsudi.

Kota Dumai, (Riau)-RPC

Founder Duri Institute, Agung Marsudi, mengusulkan pembangunan Menara Pandang Kota Dumai (MPKD) sebagai simbol arah pembangunan kota Dumai ke depan. Menurutnya, menara pandang ini akan menjadi landmark yang abadi dan ikonik bagi kota Dumai, seperti Monas di Jakarta.

Agung Marsudi menyarankan agar desain dan konstruksi menara pandang ini disayembarakan secara terbuka, dengan tinggi sekitar 100 meter. Menara pandang ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru, fasilitas publik yang monumental, dan menambah pendapatan asli daerah (PAD) Dumai.

"Segenap elemen masyarakat Dumai bersatu, bahu membahu, membedah gagasan ini. Membentuk tim penggagas dan tim strategis sekaligus, lalu bersinergi untuk mewujudkan rencana membanggakan ini," ujar Agung Marsudi kepada awak media usai menjadi pembicara saat Seminar Interaktif Anti Korupsi, di Grand Zuri, Rabu (21/1/2026).

Ujarnya menambahkan "Saatnya kota Dumai memiliki landmark yang abadi. Jika Jakarta punya Monas, Dumai punya Menara Pandang. Tingginya boleh 100 meter, namanya diserahkan kepada kearifan lokal masyarakat untuk menentukan. Mengenai design dan rencana kontruksinya bisa disayembarakan secara terbuka," 

Menurut Agung, fungsi menara pandang itu sendiri seperti filosofi mercusuar, karena Kota Dumai ikonik dengan kota pelabuhan. Jika gagasan pembangunan Menara Pandang, seperti Menara Pandang Teratai yang dimiliki Purwokerto, Jawa Tengah. Maka Dumai akan memiliki destinasi wisata baru, fasilitas publik yang monumental, sekaligus bisa menambah pundi baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Untuk itu saatnya segenap elemen masyarakat Dumai bersatu, bahu membahu, membedah gagasan ini. Membentuk tim penggagas dan tim strategis sekaligus, lalu bersinergi untuk mewujudkan rencana membanggakan ini," ujar pemerhati geopolitik ini.

Senada, Ketua Harian Komite Melayu Bersatu Dumai (KMBD) Chandra Abdul Ghani ikut menyetujui gagasan ini. Memang kota Dumai perlu memiliki sebuah bangunan yang bergengsi. Monumen Menara Pandang yang menjadi simbol penentu arah pembangunan kota Dumai.

"Bisa dibayangkan jika gagasan menara pandang ini terwujud, masyarakat Dumai dengan mudah bisa melihat kota Dumai dari ketinggian, memandang laut lepas, melihat dinamika industri Dumai dari atas, serta memandang tol Permai sebagai pintu gerbang masuknya investasi di kota Dumai, menjadi kebanggaan," ujar Ketum Forum Pembauran Kebangsaan Kota Dumai ini.

Selanjutnya, tokoh muda yang akrab disapa Bang Ican menekankan pentingnya pemerintah Kota Dumai untuk mengubah cara pandang dalam mengelola pemerintahan, dengan melibatkan peran serta masyarakat secara luas.

"Ini berarti pemerintah harus lebih terbuka, transparan, dan partisipatif dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan kota Dumai. Dengan demikian, diharapkan pembangunan kota Dumai dapat lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya pada moment yang sama.***(RPC)