DUMAI - Dalam rangka penguatan pembinaan teritorial serta pengamanan objek vital nasional, Tim Patroli SKK Migas Koramil 02/Bukit Kapur bersama Security PT Pertamina Hulu Rokan melaksanakan patroli terpadu di sepanjang jalur pipa minyak di wilayah Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Kamis (16/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara TNI dan pihak perusahaan dalam menjaga keamanan instalasi strategis negara.
Patroli berlangsung dengan melibatkan Babinsa Koramil 02/BK, Serda M. Andi Darmawan, bersama dua orang security PT PHR. Kegiatan difokuskan pada pengecekan jalur pipa minyak serta pelaksanaan komunikasi sosial dengan masyarakat di sepanjang rute patroli.
Rute patroli dimulai dari jalur pipa minyak di Jalan Soekarno Hatta Km 20 Kelurahan Bukit Kapur dan berakhir di Jalan Soekarno Hatta RT 23 di wilayah yang sama. Sepanjang kegiatan, tim melakukan pemantauan kondisi lapangan guna memastikan tidak adanya gangguan keamanan.
Selain patroli, tim juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan beraktivitas di atas jalur pipa. Himbauan yang disampaikan meliputi larangan mendirikan bangunan, melakukan pengeboran, mengambil material milik perusahaan, serta membakar sampah di sekitar jalur pipa.
Babinsa Koramil 02/BK, Serda M. Andi Darmawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam menjaga keamanan jalur pipa serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan.
"Patroli ini dilakukan untuk memastikan jalur pipa tetap aman sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya pengamanan objek vital nasional agar tetap terjaga dengan baik.
"Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya di sekitar jalur pipa minyak, sehingga potensi gangguan dapat dicegah sejak dini," tambahnya.
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, situasi di sepanjang jalur pipa terpantau aman dan terkendali tanpa adanya temuan menonjol, sehingga sinergi pengamanan dan sosialisasi yang dilakukan berjalan efektif serta terus dilanjutkan sebagai langkah antisipatif ke depan.***
