Pekanbaru, (Riau)-RPC
Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Riau di Hotel Mutiara Merdeka, Kamis (16/7/2026) deadlock. Karena peserta Musorprov tidak menemukan kesepakatan terkait hasil kerja Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
Terjadi perdebatan antar sesama peserta menjadi dua kubu, satu kubu meminta TPP dibentuk kembali dengan Tim yang baru. Sedangkan satunya mempertahankan karena menilai Tim TPP yang lama tetap sah.
Akibat pertentangan dua kubu, pro dan kontra terkait Tim TPP, suasana Musorprov sempat memanas. Karena masing-masing pihak ngotot mempertahankan pendapatnya tanpa ada yang mau mengalah.
Melihat situasi kurang kondusif, Pimpinan Sidang sempat menskors rapat. Selanjutnya melakukan koordinasi dengan pengurus KONI Pusat.
Hasil koordinasi mengarahkan agar hasil kerja Tim TPP lama tetap dijalankan. Seterusnya sidang dibuka kembali, namun situasi berubah dan tetap tidak terkendali.
Salah satu pemicu timbulnya keinginan beberapa pengurus Kabupaten/Kota mengalihkan dukungan terhadap bakal calon Ketua Umum yang ikut pemilihan.
Suasana kembali ribut saling adu argumentasi, ketika sejumlah KONI kabupaten/kota menyampaikan perubahan sikap terhadap dukungan kepada bakal calon Ketua Umum KONI Riau untuk periode mendatang.
Ditengah perdebatan peserta yang tidak kunjung mencapai kesepakatan. Melihat debat kusir yang terus berlangsung, salah satu peserta dari KONI Dumai meminta agar Musorprov dinyatakan deadlock.
"Jalannya rapat dari awal sudah kurang kondusif karena ada perbedaan pandangan terkait Tim TPP, ada dua kubu saling ngotot dengan pendapatnya masing-masing," ujar Muhammad Ali Akbar salah satu perwakilan KONI Dumai pada Musorprov kepada media ini, pada hari yang sama.
Sosok menjabat sebagai Sekretaris Umum itu melanjutkan keteranganya. "Situasi sudah tidak kondusif lagi dan jikapun rapat dilanjutkan terus saya tidak yakin ada kesepakatan terjadi, karena itu meminta pimpinan sidang bersikap tegas, sidang yang seharusnya dilanjutkan ketahap berikutnya tidak terjadi, dan sebaiknya ditutup saja rapatnya bikin capek dan sakit kepala aja," pungkasnya.
Tak lama berselang setelah usulan disampaikan, akhirnya pimpinan sidang menutup Musorprov terkait pemilihan Ketua Umum yang baru.***(RPC)
