Apresiasi Forum Silaturahmi dan Musyawarah Perwakilan Masyarakat Provinsi Riau Wilayah Bagian Pesisir

"Dukung Pembentukan Provinsi Riau Pesisir, Tapi Dengan Catatan" : Ketua Karang Taruna Kota Dumai

Sosok Muhammad Zulfan Arif, Ketua Karang Taruna Kota Dumai.

Kota Dumai, (Riau)-RPC

Diketahui baru-baru ini telah diselenggarakannya Forum Silaturahmi dan Musyawarah Perwakilan Masyarakat Provinsi Riau Wilayah Bagian Pesisir. Bertempat di Hotel The Zuri Dumai pada Minggu, (26/7/2026), Forum tersebut menjadi pertemuan para tokoh dan masyarakat yang berada di kawasan pesisir.

Pertemuan oleh perwakilan Masyarakat yang wilayahnya berada di Pesisir Provinsi Riau terdiri dari Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Bukan hanya sekedar Silaturahmi dan Musyawarah biasa saja. Namun ada agenda penting lainnya yang melatarbelakangi yaitu wacana pembentukan Provinsi Riau Pesisir.

Hari dilaksanakannya Forum tersebut menjadi momen nyata bahwa tujuan tersebut bukan hanya sebatas wacana dan koar semata. Ada keseriusan dan keinginan bahwa saatnya masyarakat pesisir bersikap untuk sebuah keinginan dan impian menjadi kenyataan.

Pertemuan Forum Silaturahmi dan Musyawarah beberapa tokoh yang memberikan pandangan dan pemaparan. Semua perkataan dan ucapan mereka menyiratkan bahwa berdirinya Provinsi Riau Pesisir sebuah keharusan.

Menyikapi dari perhelatan Forum, Muhammad Zulfan Arif, SH yang turut hadir saat itu menyampaikan pandangannya. Hal tersebut disampaikannya secara eksklusif kepada penulis, dan berikut paparannya.

Sosok, juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kota Dumai, menjelaskan bahwa pembentukan Provinsi Riau Pesisir adalah bagian dari kehidupan berdemokrasi dan bukan sebaliknya.

"Pertama ingin saya tegaskan bahwa pemekaran suatu daerah dari induknya bukanlah gerakan tabu dan terlarang atau upaya pembangkangan, ianya menjadi hal yang lumrah, contoh terdekat saja, kelima daerah yang kini duduk dalam satu Forum dahulunya barada pada satu Pemerintahan yaitu Kabupaten Bengkalis sebagai induk, seiring berjalan waktu terpisah menjadi beberapa Kabupaten dan satu Kota," ujarnya awali percakapan, Kamis (30/7/2026). 

Berprofesi keseharian sebagai Lawyer, Arif sapaanya kembali berujar. "Terlebih jika ada pihak menyatakan pemisahan adalah upaya memerdekan diri, disalah artikan, dan argumentasi tersebut bisa saja muncul dan dikaitkan karena dahulu ada histori bergema "Riau Merdeka" itulah semestinya perlu diwaspadai, karena sudah pasti tidak semua akan pro dengan wacana pemekaran dan tentu ada pihak yang tidak setuju,"

Untuk menselaraskan pandangan dan pemikiran dari keinginan membentuk Provinsi yang terpisah apa yang semestinya dilakukan.

"Tujuan dan maksud dari pemekaran tersebut sebenarnya apa, dan tentunya harus disampaikan kepada semua kalangan sehingga memahami dan mendukung apa yang menjadi tujuan bukan menjadi penghalang," tanya penulis.

"Landasan utama pemekaran tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itu yang harus dipahami terlebih dahulu, dan bukan untuk kepentingan perorangan atau kelompok terlebih jika dijadikan komoditas politik, dan saya sebagai Ketua Karang Taruna Kota Dumai siap berdiri paling hadapan untuk melawannya jika tujuannya seperti itu, pemekaran semestinya dapat meningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan efektivitas tata kelola pemerintahan, berorientasi kepada sektor ekonomi, sebagai wilayah yang posisinya berada di kawasan pesisir seperti Rokan Hilir, Meranti dan beberapa wilayah pada pemerintah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis serta Siak sangat merasakan mininnya pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi terhambat karena potensi yang ada di kawasan tersebut tidak berkembang atau diberdayakan secara maksimal, sehingga terwujud keadilan pembangunan yang merata," ujarnya menjawab soalan.

“Keinginan tersebut harus diiringi dengan kesiapan fiskal yakni dengan melakukan kajian secara komprehensif karena berlakunya Moratorium oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sejak 2014 mengenai Penghentian Pemekaran Wilayah Provinsi, Kabupaten, dan Kota, sampai saat ini tidak terlepas dari kesiapan Negara untuk membiayai pemekaran serta kesiapan daerah untuk membiayai dirinya sendiri, sehingga dalam hal ini betul-betul harus siap dengan kemandirian pendapatan daerah untuk dapat mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan daerah, bukan malah berharap ketika terjadinya pemekaran akan mendapatkan pos baru dari anggaran yang akan diberikan oleh Negara saja, karena aspek-aspek inilah yang nantinya akan menjadi pertimbangan sangat vital dalam persetujuan, kalau kajian ini benar-benar ”khatam" InsyaAllah nanti dalam pengusulannya bakal dapat di proses dengan lebih mudah walaupun berdasarkan Nomor urut pengusulan pembentukan Provinsi Riau Pesisir Dumai menempati urutan ke-43, karena sudah terdapat 42 usulan pemekaran pembentukan Provinsi berdasarkan data yang telah dipaparkan tadi," sambungnya lagi.

"Secara pribadi, menyatakan mendukung penuh pembentukan Provinsi Riau Pesisir, dengan harapan dapat memajukan daerah-daerah yang tergabung kelak, pembangunan berkesinambungan sesuai teritori dan karakteristik wilayahnya, dan terpenting membawa kesejahteraan terhadap masyarakatnya dan bukan sebaliknya, apalagi dengan pemekaran akan menciptakan dan melahirkan “Raja-Raja Kecil” yang bermaharajalela untuk menindas rakyatnya, jangan sampai terjadilah," pungkasnya, seraya mengakhiri percakapan yang berlangsung di Sekretariat Karang Taruna di Jl. Patimura, Kelurahan Dumai Kota. 

Sebagaimana diketahui, Forum Silaturahmi dan Musyawarah Perwakilan Masyarakat Provinsi Riau Wilayah Bagian Pesisir. Digagas oleh beberapa tokoh dari berbagai unsur dan elemen, seperti dari Pemerintahan (Eksekutif), Legislator, Politisi, Tokoh Adat, Pemuka Agama, Tokoh Pemuda dan lain sebagainya.

Walikota Dumai, H Paisal SKM., MARS dalam undangan bertindak sebagai tuan rumah, sedangkan Norham Abdul Wahab sebagai Ketua Panitia. Ada pula beberapa nama tertulis sebagai Turut Mengundang. Mereka adalah, Amril Mukminin, Irwan Nasir, Suyatno, Timo Kipda, Husni Merza, Masrul Kasmy, Syamsurizal, Insiawaty Ayus, Riza Pahlevi, Tengku Muhaza, dan Zulkifli AS.

Sosok diatas diketahui pernah menduduki beberapa jabatan penting. Tentunya dengan bersatu padunya mereka dalam satu tujuan akan membawa dampak positif. Semoga apa yang menjadi matlamat dan tujuan akan tercapai. Ayo! segenap masyarakat Pesisir mari bergandeng tangan merealisasikan keinginan dengan mengalang kesatuan, dukungan semua pihak sangat diharapkan. Sehingga keinginan mewujudkan Provinsi Riau Pesisir dapat terealisasi secepatnya.***(RPC)