Meranti (Riau), RPC
Tim Sosialisasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mabes TNI melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Desa Mekar Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Mekar Sari, Jalan Hangtuah, tersebut dimulai sekitar pukul 08.40 WIB dan diikuti sekitar 40 masyarakat. Tim terdiri dari Kolonel Adm Dayatmoko, Letkol Ckm Widodo Nugroho, serta Danramil 06/Merbau Kapten Arh Rickman Sinaga bersama tiga personel.
Kedatangan tim disambut Sekdes Mekar Sari Azman, para perangkat desa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat setempat.
Dalam sosialisasinya, Kolonel Adm Dayatmoko menyampaikan bahwa Karhutla dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, transportasi, pertanian hingga pendidikan.
Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan sinergi dengan instansi terkait.
"Kebakaran hutan dan lahan sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor. Karena itu, kita harus bersama-sama melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla," ujarnya.
Dayatmoko juga menjelaskan bahwa untuk wilayah yang memiliki lahan gambut, salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan Karhutla adalah membangun kanal dan embung sebagai sumber atau tempat penampungan air.
Ia menegaskan, pelaksanaan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian negara kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Sementara itu, Letkol Ckm Widodo Nugroho mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan desa dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
"Marilah kita menjaga kampung halaman dan desa kita dari Karhutla. Sinergitas antara instansi dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah dan mengatasi Karhutla," katanya.
Dalam sesi tanya jawab, masyarakat Desa Mekar Sari menyampaikan kondisi keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman Karhutla.
Warga berharap adanya dukungan anggaran serta peralatan pemadaman apabila terjadi kebakaran. Selain itu, masyarakat juga meminta dukungan alat berat untuk pembuatan kanal dan embung di Desa Mekar Sari.
Permintaan tersebut dinilai penting mengingat kesiapan sumber air dan peralatan pemadaman menjadi salah satu faktor pendukung dalam penanganan Karhutla secara cepat apabila terjadi kebakaran.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan berakhir sekitar pukul 10.05 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Mekar Sari terhadap ancaman Karhutla semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat dalam menjaga wilayah dari kebakaran hutan dan lahan.
